35 SD di Bantul Akan Digabung

Agus Utantoro    •    Sabtu, 15 Oct 2016 10:11 WIB
pendidikan
35 SD di Bantul Akan Digabung
Dua siswi SD bersepeda menuju sekolah mereka di Setrokalangan, Kaliwungu, Kudus, Jateng, Rabu (14/3/2012). Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Bantul: Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul mengkaji kemungkinan menggabung beberapa sekolah dasar menjadi satu sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan SD Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Slamet Pamuji, menjelaskan data awal 2016 terdapat 35 SD yang memiliki jumlah siswa kelas satu hingga kelas enam kurang dari 120 anak.

"Sekolah-sekolah itu yang masuk daftar regrouping (penggabungan)," kata Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Dasar Bantul, Slamet Pamuji, Sabtu (15/10/2016).

Menurut dia, rencana penggabungan sekolah dasar negeri di Bantul ditempuh sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran bidang pendidikan supaya lebih tepat sasaran.

"Sudah sering saya sampaikan masih banyak sekolah dengan jumlah murid tiap sekolah kurang dari jumlah standar rombongan belajar. Jika digabung, maka anggaran akan lebih efisien," katanya.

Selain jumlah siswa yang kurang memenuhi rombongan belajar tiap kelas, yaitu 20 anak, kata dia, pertimbangan penggabungan SD negeri dilakukan karena jumlah kepala sekolah yang masih kurang, sementara tuntutan sarana pendidikan perlu terus ditingkatkan.

"Namun, untuk kebijakan regrouping sekolah kita butuh pertimbangan-pertimbangan lain seperti kondisi geografis, sosial ekonomi dan lainnya. Itu perlu kita kaji dulu," katanya.

Slamet mengatakan, kebijakan menggabung 35 SD negeri agar menjadi satu dengan sekolah terdekat itu rencana akan direalisasikan pada 2017, meski tidak menutup kemungkinan mundur bergantung tanggapan dari masyarakat, terutama wali murid.

Apalagi, kata dia, rencana penggabungan sekolah itu hingga sekarang belum disosialisasikan ke masyarakat, tokoh masyarakat, dan wali murid.

"Dalam sosialisasi nanti kami undang tokoh masyarakat dari desa, kecamatan, dan UPT pendidikan. Sementara untuk wilayah tertentu yang aksesnya agak jauh itu memang salah satu kriteria bagi kami," katanya.


(UWA)