Di Persidangan, Penyelundup Narkoba Kutip Alquran

   •    Selasa, 08 Nov 2016 18:49 WIB
kasus narkoba
Di Persidangan, Penyelundup Narkoba Kutip Alquran
Foto ilustrasi. (Ant/Didik Suhartono)

Metrotvnews.com, Semarang: Gembong penyelundup 97 kilogram sabu-sabu berkewarganegaraan Pakistan, Muhammad Riaz, menjalani persidangan di di PN Semarang, Selasa, 8 November.

Dalam sidang beragendakan pembelaan atas tuntutan hukuman mati, Muhammad Riaz alias Mr Khan mengutip surat Al-Ankabut ayat 57. Ayat itu ia sampaikan bersamaan dengan curahan hati atas nasib keluarganya di Pakistan.

Seperti dilansir Antara, Mr Khan mengeluarkan isi hati tentang keberadaan anaknya yang terancam kehilangan masa depan jika dirinya dihukum mati. "Saya mempunyai keluarga besar, saya mempunyai istri, anak," katanya dalam pembelaan berbahasa Inggris.

Pria 45 tahun tersebut mengaku sebagai seorang pengusaha furniture sukses di Pakistan. Bahkan, Riaz juga mengaku pernah memperoleh pengahragaan dari Presiden Pakistan atas bidang yang digelutinya itu.

"Apakah bisa seorang mafia memperoleh penghargaan dari presiden," tanyanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Lasito tersebut.

Dalam pembelaannya, terdakwa meminta hakim meninjau kembali tuntutan hukuman mati yang dilayangkan oleh jaksa.

Sementara, terdakwa lain dalam perkara ini, yang juga berkewarganegaraan Pakistan, Faiq Akhtar, mengaku, juga hanya sebagai korban.

Meski sama-sama berasal dari Pakistan, Faiq mengaku tidak begitu mengenal Mr Khan.
Ia juga mengaku tidak tahu maksud Mr Khan memintanya mengantar sejumlah uang untuk kepentingan bisnis atau bukan.

Dari fakta persidangan, kata dia, keterlibatannya dengan Mr Khan hanya sebatas perintah untuk mengatarkan sejumlah uang yang berkaitan dengan biaya impor mesin-mesin genset berisi sabu tersebut.

"Saya mencoba mengetuk kemurahan hati bapak dan ibu hakim, saya berharap mendapat keadilan terbaik," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sartono tersebut.

Muhammad Riaz dan Faiq Akhtar dituntut hukuman mati dalam kasus penyelundupan 97 kilogram sabu-sabu asal Tiongkok. Keduanya ditangkap Badan Narkotika Nasional di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jaksa menyatakan keduanya terbukti bersalah melanggar Pasal 113 ayat 3 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


(SAN)