Gelombang Tinggi Ancam Pesisir Selatan Yogyakarta

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 30 Dec 2018 16:58 WIB
cuaca ekstremgelombang tinggi
Gelombang Tinggi Ancam Pesisir Selatan Yogyakarta
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Yogyakarta: Gelombang tinggi mengancam pesisir pantai selatan Yogyakarta pada Senin, 31 Desember 2018. Ketinggian gelombang diperkirakan sekitar tiga hingga empat meter.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiono, menyebut potensi gelombang tinggi disebabkan munculnya daerah tekanan rendah di samudera Hindia.

Tekanan rendah ini berada di kawasan selatan Bali dan utara Australia. Tekanan rendah itu memicu penambahan kekuatan angin. Kekuatan angin ini akan mendorong gelombang bertambah besar dan tinggi.

"Kecamatan angin di selatan Yogyakarta sekitar 15 sampai 20 knot, atau 28 sampai 36 kilometer per jam," kata dia saat dihubungi Minggu, 30 Desember 2018.

Djoko mengimbau wisatawan yang sedang menikmati libur akhir tahun meningkatkan kewaspadaan. Selain gelombang, kata dia, juga ada potensi hujan lebat disertai angin kencang pada siang hari. Potensi situasi hujan deras dimungkinkan terjadi di kawasan Sleman serta Gunungkidul bagian utara.

"Wisatawan dan warga juga perlu hati-hati saat di pantai. Saat merayakan malam tahun baru, pilih tempat aman dan siapkan antisipasi lain, seperti jaket dan jas hujan," ungkapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Biwara mengatakan gelombang tinggi cukup membahayakan di pesisir selatan Yogyakarta. Sebab, sejumlah bangunan di kawasan Gunungkidul, Bantul, hingga Kulon Progo pernah terdampak parah pada tahun lalu.

"Gelombang tinggi waktu itu menyapukan banyak bangunan. Kami kira, BPBD di wilayah dan warga bisa bersama berada di lokasi yang aman saat ada indikasi gelombang tinggi," tuturnya.


(SUR)