Raja Yogyakarta Napak Tilas ke Lubang Penyiksaan Pahlawan Revolusi

Patricia Vicka    •    Minggu, 01 Oct 2017 13:08 WIB
hari kesaktian pancasila
Raja Yogyakarta Napak Tilas ke Lubang Penyiksaan Pahlawan Revolusi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X napak tilas ke lubang penyiksaan dua pahlawan revolusi Indonesia -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogykarta (DIY), TNI, polisi dan, pimpinan dewan menggelar upacara Hari Kesaktian Pancasila. Upacara digelar di Monumen Pahlawan Pancasila Yogyakarta yang berada di markas Batalyon Infanteri 403/Pamungkas, Jalan Kaliurang km 6, Kentungan, Sleman.

Tempat yang kini menjadi Monumen Pahlawan Pacasila Yogyakarta itu dulunya adalah tempat penyiksaan dan pembunuhan dua pahlawan revolusi Indonesia, yakni Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono. Di sana, terdapat lubang yang digunakan untuk membuang jenazah dua pahlawan asal Yogyakarta.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, upacara dilakukan sebagai pengingat akan peristiwa kejam di masa lalu. "Supaya kita bisa saling menghargai perbedaan. Agar hal seperti ini (peristiwa G30S/PKI) tidak terulang kembali," kata dia di lokasi, Minggu 1 Oktober 2017.

Usai upacara, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyempatkan diri napak tilas Gerakan 1 Oktober 1965. Sultan melihat-lihat ke lubang penyiksaan dua pahlawan asal Yogyakarta.

Tidak banyak yang tahu, lubang sepanjang 1,87 meter dengan kedalaman 0,5 meter itu menjadi saksi kekejaman PKI pada malam 1 Oktober 1965. Brigjen Katamso yang saat itu menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas dan Letnan Kolonel Sugiyono yang menjabat Kepala Staf Korem 072 diculik oleh PKI.


Lubang penyiksaan dua pahlawan asal Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Keduanya kemudian disiksa di sekitar lubang tersebut hingga tewas. Jenazahnya pun dikubur di dalam lubang.

Di atas lubang ditanam pohon pisang untuk menutupi jejak pembunuhan. Kekejian PKI tersebut terkuak beberapa minggu kemudian. Lubang pun digali dan jenazah keduanya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara di Yogyakarta.


(NIN)