Veteran Perang jadi Calon Haji Tertua DIY

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 30 Jul 2017 16:09 WIB
haji 2017
Veteran Perang jadi Calon Haji Tertua DIY
Ngatiran dan Sanikem bersama cucunya. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wajah Adi Mulyono Ngatiran, warga Dusun Dengok VI, Desa Dengok, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta terlihat berseri-seri. Veteran perang kemerdekaan ini bakal berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. 

Ngatiran kini berusia 89 tahun. Lelaki vateran dalam perang Agresi Militer Belanda II 1948 ini harus bersusah payah menabung untuk bisa mendaftar haji. Ia menabung uang pensiunan saban bulan sedari puluhan tahun lalu. 

"Kalau nabung cuma dari uang pensiunan pasti masih lama saya berangkat haji. Saya juga sisihkan uang hasil dari bertani buat tambahan," ujar Ngatiran di Gunungkidul pada Minggu, 30 Juli 2017. 

Dalam perjalanan waktu, tabungan Ngatiran mencukupi. Ia mendaftar haji bersama istrinya, Sanikem, 69, pada 2010 lalu. Lelaki dengan tinggi 165 sentimeter ini mengaku bersyukur dengan karunia Tuhan itu. 

Ia mengaku sempat mendapat tawaran dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul untuk memotong antrean masa tunggu. Ngatiran menolak karena belum punya cukup uang untuk bekal. 

"Saya berangkat besok tanggal 3 Agustus (2017)," ungkapnya. 

Meski usianya mendekati satu abad dan kulitnya terlihat keriput, Ngatiran tetap yakin mampu menjalankan seluruh proses ibadah haji. Ia mengaku masih cukup kuat lantaran terbiasa mengurus lahan pertanian saban hari. 

"Bismillah, insyaallah saya kuat. Saya sudah diberi obat sama dokter juga untuk (dikonsumsi) selama ibadah haji," tuturnya. 

Meski tertua di DIY, Ngatiran lebih muda 15 tahun dari jemaah haji bernama Baiq Mariah bin L Abdul Gani yang berusia 104 tahun. Jemaah ini berangkat dari Nusa Tenggara Barat. 

Pelaksana tugas Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul, Mukotib, mengatakan Ngatiran sudah lolos kesehatan. Ia mengungkapkan, Ngatiran menjadi satu dari 365 jemaah haji dari Kebupaten Gunungkidul.


(SAN)