Walhi Klaim Status Geopark Gunungsewu Bisa Dicabut

Patricia Vicka    •    Senin, 31 Jul 2017 19:19 WIB
lingkungan
Walhi Klaim Status Geopark Gunungsewu Bisa Dicabut
Bangunan yang disebut berdiri di kawasan Geopark, Kabupaten Gunungkidul, DIY. (Metrotvnews.com/dok. Walhi)

Metrotvnews.com Yogyakarta: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta mendesak Pemkab Gunungkidul segera menghentikan pembangunan hotel dan vila di dekat Pantai Seruni yang masuk kawasan Geopark. Pembangunan itu bisa membuat status Geopark Gunungsewu dicabut. 

Direktur Walhi Yogyakarta, Halik Sandra, mengatakan Unesco bisa mencabut status Geopark jika terjadi kerusakan bentang alam di wilayah bukit kars tersebut.

"Kalau keunikan bentang alam di wilayah Gunungsewu sudah berubah dan Geopark tidak bisa dipertahankan, ada kemungkinan status Geopark dicabut Unesco," ujar Halik dalam konferensi pers di kantornya di jalan Nyi Pembayun, Kota Gede, Yogyakarta, Senin, 31 Juli 2017.

Kawasan bukit kars yang terletak di dekat Pantai Seruni, Kecamatan Tepus, Gunungkidul itu, katanya, telah dipapras dan diubah menjadi hotel dan vila. Menurut Walhi pembangunan mulai dilakukan di awal 2017. 

Halik menjelaskan pembangunan ini membuat daerah resapan air menyusut. Efeknya dikhawatirkan menimbulkan banjir ke sawah-sawah penduduk yang berada di bawahnya.

"Kalau sawah banjir, bisa gagal panen. Jangka panjang bisa mengurangi debit air dalam tanah sehingga akan terjadi kekeringan," jelasnya.

Rusaknya sistem hidrologi dikawatirkan akan membunuh hewan endemik yang berada di wilayah ersebut yakni udang dan kepiting.

Selain itu alih fungsi lahan yang berubah juga akan berdampak pada kelangsungan hidup warga sekitar. "Warga di situ, kan, kebanyakan petani. Kalau sawahnya berubah jadi hotel apakah mereka bisa beralih profesi menjadi non-petani," ujarnya.


(SAN)