19 Orang Lapor Jadi Korban First Travel di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Selasa, 22 Aug 2017 19:16 WIB
kemelut first travel
19 Orang Lapor Jadi Korban First Travel di Yogyakarta
Beberapa warga melapor ke Lembaga Konsumen Yogyakarta sebagai korban First Travel, MTVN - Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Satu persatu korban biro umroh First Travel mulai berani melapor ke Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY). Hingga kini total ada 19 laporan dari warga Yogyakarta yang menjadi korban biro umroh First Travel. 

Sekretaris LKY Dwi Priyono,mengatakan LYK sudah membuka posko pengaduan korban First Travel sejak Juli 2017. Para korban mulai berani melapor usai melihat pemberitaan pelaporan masif korban lainnya di media masa. 

"Sampai hari ini yang melapor sudah 19 orang. Keluhan mereka sama dengan korban lainnya. Sudah membayar lunas tapi belum berangkat sampai sekarang," katanya di kantornya di Demangan, Yogyakarta, Selasa 22 Agustus 2017.

Para korban, kata Dwi, sudah mendatangi kantor First Travel cabang Yogyakarta yang terletak di Jalan Parangtritis, Bantul. Namun tak ada orang ataupun karyawan di sana. 

"Sepertinya itu kantor fiktif. Hanya rumah tinggal biasa. Tak ada tanda-tanda ada usaha kegiatan biro umroh," kata dia.

LKY akan meneruskan pengaduan ini ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) serta akan berdiskusi dengan Kemenag dan Polda DIY untuk membantu para jamaah. Ia mengimbau para korban untuk berani melaporkan dan menuntut hak-haknya dikembalikan. Sebab ia menduga ada ratusan korban First Travel di Yogyakarta yang masih belum melapor

"Para korban saya minta harus berani memperjuangkan haknya. Kalau diam saja, itu sama saja membiarkan kesalahan berlanjut. Rata-rata korban masih berharap bisa diberangkatkan tahun ini," pungkasnya.

Salah seorang korban First Travel yang melapor, Novi Kausar, mengatakan ia dijanjikan berangkat pada Juni 2017 bersama 10 orang lainnya. Namun sampai sekarang belum berangkat. 
"Satu kelompok ada 14 orang. Harusnya 11 orang berangkat tahun ini dan tiga orang berangkat tahun depan. Total kerugian 14 orang ini Rp240juta," katanya saat ditemui di kantor LKY.

Ia mengetahui informasi biro ini melalui temannya. Lalu mencaritahu di internet. Iapun memakai jasa biro ini karena tergiur dengan harga murah. 

"Saya bayar Rp14,3 juta. Lalu diminta tambah Rp2,5 juta. Tapi ternyata enggak berangkat juga sampai sekarang. Harapannya masih bisa berangkat," tutupnya.



(RRN)