Disdikpora Yogyakarta Evaluasi Penerapan Lima hari sekolah

Patricia Vicka    •    Jumat, 08 Sep 2017 16:13 WIB
pendidikansekolah sehari penuh
Disdikpora Yogyakarta Evaluasi Penerapan Lima hari sekolah
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Basakara Aji. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Yogyakarta segera mengevaluasi penerapan lima hari sekolah di seluruh SMA dan SMK. Evaluasi dilakukan menyikapi terbitnya Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Disdikpora Yogyakarta berencana menerapkan sistem lima hari sekolah ke semua SMA dan SMK pada semester dua tahun ajaran 2017-2018. Namun ternyata dalam Perpres itu pemerintah membebaskan pemilihan lima hari sekolah atau enam hari sekolah kepada tiap sekolah.

Disdikpora Yogyakarta menyebarkan formulir ke seluruh SMA/SMK di DIY. Formulir tersebut mensurvei apakah sekolah siap menjalankan lima hari sekolah.

(Klik: Perpres Pendidikan Karakter Dinilai Akomodir Kepentingan Semua Pihak)

"Hasil jawaban dari formulir itu kami jadikan evaluasi. Kami lihat apakah sekolah siap (lima hari sekolah) atau tidak. Kalau kebanyakan enggak bisa, tetap enam hari sekolah," terang Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Basakara Aji di Yogyakarta, Jumat 8 September 2017.

Aji menjelaskan saat ini hampir seluruh sekolah masih menjalankan enam hari sekolah. Namun menurut pengamatannya hampir 90 persen dari 450 SMA/SMK DIY memiliki kesiapan menjalankan full day school atau lima hari sekolah.

Baca: Sekolah Tunggu Detail Aturan Perpres PPK dari Mendikbud

Sementara itu, SMAN 3 Kota Yogyakarta menyatakan siap menjalankan kebijakan lima hari sekolah sejak tahun ajaran baru awal Juli lalu. Namun urung terlaksana karena belum ada kejelasan aturan dari Disdikpora.

Namun pihak SMAN 3 Yogyakarta berharap agar pelaksanan sekolah lima hari ditentukan oleh Dinas, bukan sekolah.

"Mendingan Disdikpora mau lima hari atau enam hari sekolah. Jangan dibebaskan ke sekolah. Kalau ga serempak nanti repot kedepannya kalau mau adain acara atau rapat," kata Humas SMAN 3 Kota Yogyakarta Agus Santoso.

SMAN 3 Yogyakarta sendiri sudah menjalankan pendidikan karakter melalui kegiatan dan pemberian tugas. Saat akan memulai proses belajar mengajar, sekolah mengajak siswa berdoa bersama-sama selama 15 menit. Kemudian para guru sudah sering memberi tugas terkait literasi seperti membaca buku, merangkum dan membuat sinopsis buku dan karya ilmiah.

(Baca: SMA di Solo Tetap Jalankan Sekolah Lima Hari)


(SUR)