500 Pemegang SKTM di Jateng Dicoret

Budi Arista Romadhoni    •    Senin, 09 Jul 2018 15:46 WIB
PPDB 2018
500 Pemegang SKTM di Jateng Dicoret
Sisiwa mengikuti seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (ANT/ADENG BUSTOMI)

Semarang: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah mencoret sekitar 500 pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang diketahui palsu, dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA sederajat.

Kepala Bidang BP2MK Disdikbud Jawa Tengah, Jasman Indradno, mengungkapkan ratusan SKTM itu dicoret lantaran terindikasi tidak sesuai dengan keadaannya. Banyak dari pemegang SKTM yang tepergok masuk kategori kelas menengah ke atas.

"Karena banyak yang abal-abal dan ngaku-ngaku miskin, maka 500 lebih SKTM terpaksa didiskualifikasi. Temuannya merata di 35 kabupaten/kota," ungkap Jasman usai menggelar diskusi bebas dalam Prime Topic Trijaya Radio, di Hotel Noormans Semarang, Senin 9 Juli 2018. 

Jasman menjelaskan, temuan SKTM palsu didapat dari hasil penelusuran tim investigasi yang dilakukan tiap pengelola SMA Negeri. 

"Saat dikroscek, ada calon siswa pemegang SKTM yang rumahnya bagus. Kusennya dari kayu jati. Nah itu kan bukti kalau dia kelas menengah ke atas, kok bisa-bisanya mengaku miskin. Makanya ini sekarang masih berproses," tuturnya.

Dia menyebutkan, pendaftar PPDB SMA Negeri kini mencapai 113.092 jiwa menjelang penutupan. Namun jumlah tersebut masih kurang dari total daya tampung yang disediakan Disdik, yakni 113.325 orang.

"Dari total pendaftar sebanyak itu, siswa pemegang SKTM sebanyak 62 ribu orang. Tapi pemegang SKTM yang diterima akhirnya hanya 26.617 siswa atau prosentasenya sekitar 23,5 persen," terangnya.

Dia mengaku, seleksi PPDB SMA tahun ini masih banyak hambatan. Penerimaan siswa miskin sebenarnya sesuai aturan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 untuk mengembalikan marwah pendidikan Indonesia dengan menghilangkan stigma sekolah favorit dan pinggiran yang tersebar di pelosok desa maupun kota.

Kendati demikian, ia menuturkan dari hasil pantauan di lapangan, penerimaan siswa miskin justru belum merata ke semua daerah. Terdapat daerah yang menerima 90 persen siswa miskin. Namun ada juga kuota siswa miskinnya hanya 20 persen.

"Karena itulah, saya minta tolong kepada masyarakat untuk menunggu proses PPDB tuntas dikerjakan oleh petugas. Hasil finalnya akan diumumkan 11 Juli nanti," bebernya.

Untuk memperbaiki mutu penerimaan siswa baru, pihaknya tahun depan akan memperkuat kerjasama dengan para RT, RW, lurah-lurah dan camat yang berwenang menerbitkan SKTM. 

"Harus ada perbaikan layanan dari tingkat RT sampai camat untuk mengantisipasi SKTM palsu di tahun depan," tandasnya.


(LDS)