Anggaran Ujian Nasional Jepara Berkurang

Rhobi Shani    •    Selasa, 29 Nov 2016 12:30 WIB
ujian nasional
Anggaran Ujian Nasional Jepara Berkurang
Foto ilustrasi. (Ant/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jepara: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tak menyambut baik rencana moratorium ujian nasional (UN). Untuk mengukur kompetensi siwa, UN tetap dibutuhkan.

Sekretaris Disdikpora Jepara Ali Maftuh menyampaikan, secara prinsip ujian dibutuhkan untuk mengukur hasil belajar. Jika UN benar-benar jadi dihapuskan, harus ada bentuk ujian yang lain untuk mengukur kompetensi siswa.

“Ujian apapun bentuknya sangat penting untuk mengukur kompetensi,” ujar Ali, Selasa (29/11/2016).

Jika UN dihapus, katanya, akan berdampak pada minat siswa belajar. Itu dibuktikan pada pelaksanaan UN tahun ini, yang tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Semangat belajar siswa turun.

“Tingkat ketidakhadiran peserta UN naik. Ya, itu karena UN dianggap tidak lagi penting karena tidak menentukan kelulusan,” kata Ali.

Berkait dengan anggaran pelaksanaan UN, Ali menambahkan, jika UN benar-benar jadi dihapuskan, anggaran pelaksanaan UN yang sudah dialokasikan akan dikembalikan ke kas daerah.

Setiap tahun pemerintah daerah menggelontorkan lebih dari Rp1 miliar. Itu dialokasikan untuk pelaksanaan UN mulai jenjang SD hingga SMA. Namun, anggaran untuk pelaksanaan UN tahun 2017 dipangkas. Itu karena, UN jenjang sederajat SMA ditarik ke provinsi.

“Anggaran UN untuk tahun depan tinggal sekitar Rp800 juta,” imbuh Ali.

Alokasi anggaran pelaksanaan UN, ditambahkan Ali, banyak dikeluarkan untuk membayar pengawas ujian. Sebab, setiap ruang ujian terdapat dua pengawas.

“50 persen lebih alokasi anggaran pelaksanaan UN habis untuk pengawas,” pungkas Ali.


(SAN)