Bom Paku Bantul, Ada 50 Paku Tertancap di Tubuh Kerbau

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 01 Nov 2016 18:25 WIB
bom meledak
Bom Paku Bantul, Ada 50 Paku Tertancap di Tubuh Kerbau
Kerbau milik Bardi yang menginjak bom rakitan. Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Bantul: Seekor kerbau yang menginjak bom di Desa Sumber Karangnongko, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Selasa 1 November 2016 dalam kondisi tak berdaya. 

Saat Metrotvnews.com mendatangi kandang di Pedukuhan Sawahan, Sumberagung, Kecamagan Jetis, Kabupaten Bantul, kerbau yang masih muda itu hanya bisa tengkurap. Sempat mencoba berdiri, namun kembali terjatuh.

Ratinem, 47, tetangga pemilik kerbau Bardi Barto Atmojo, mengatakan paku-paku yang menancap di tubuh kerbau telah dicabut. Bardi, kata dia, mencabut paku tersebut dengan bantuan dokter.

"Tadi dipanggilkan dokter hewan untuk mencabut pakunya," kata Ratinem di dekat kandang peternak RT 3 Pedukuhan Sawahan.

Ia mengatakan paku yang menancap di tubuh kerbau tak hanya bagian yang tajam, tapi kepala paku juga ada yang menancap lebih dulu.

"Saat pencabutan paku, kerbaunya sempat berdiri. Lalu dijegal agar tetap dalam posisi tertidur. Ada puluhan paku tadi yang menempel," ucapnya.


Bardi Barto Atmojo, pemilik kerbau yang terkena ledakan bom

Bardi memperkirakan ada sekitar 50 paku yang menancap di tubuh kerbaunya. Sebagian, kata dia, ada yang sudah dicabut dan dibuang di saluran air.

"Kerbau yang menginjak bom baru saya beli 17 Agustus kemarin. Habis jual kerbau harga Rp20 juta, lalu saya beli kerbau lagi harganya Rp11 juta," kata dia.

Usai pencabutan, tambahnya, paku tersebut dibawa polisi. Bardi mengaku belum memastikan bakal merawat atau menjual kembali kerbau itu. 

"Tadi kerbaunya sudah diberi obat tetanus juga. Kerbaunya saya rawat dulu, kalau tak bisa sembuh ya saya jual lagi," kata dia.

Seekor kerbau menginjak bom yang diduga hasil rakitan di Bantul. Akibatnya, kerbau mengalami luka terkena paku dan sejumlah logam. Tim Gegana Polda DIY kemudian mengolah tempat kejadian perkara. Dugaan sementara, bom yang meledak merupakan hasil rakitan.


(UWA)