Perempuan di Kulon Progo Harus Diajak Bicara soal Pembangunan Bandara

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 28 Dec 2017 10:24 WIB
bandara
Perempuan di Kulon Progo Harus Diajak Bicara soal Pembangunan Bandara
Pertemuan Komnas Perempuan dengan perempuan di Kecamatan Tenon terkait pembangunan Bandara NYIA di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Rabu, 28 Desember 2017, Medcom.id - Ahmad Mustaqim

Kulon Progo: Komisioner Komisi Nasional Perempuan Sri Nurherwati menyatakan perempuan mengalami diskriminasi dalam proses pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Sebab perempuan tak dilibatkan dalam proses pembangunan bandara.

"Ketika perempuan tak diajak bicara itu sudah pelanggaran. Perempuan di sini merasa tidak diajak bicara. Perempuan harus diajak bicara soal rencana pembangunan," kata Nurherwati setelah menemui perempuan warga terdampak pembangunan NYIA di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Rabu, 28 Desember 2017. 

Nurherwati menemui lebih dari 20 perempuan terdampak pembangunan NYIA. Ia sempat berinteraksi sekitar dua jam dengan mendengarkan cerita warga itu. 

Dalam pertemuan itu, warga perempuan silih berganti bercerita pengalamannya tak dihiraukan dalam sosialisasi rencana pembangunan. Ketika itu warga terdampak yang tak setuju pembangunan tak diizinkan masuk ke lokasi sosialisasi, sementara warga yang setuju lebih dulu masuk ke lokasi. 

"Komnas berupaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Dalam pertemuan tadi mendengarkan cerita pentingnya arti tanah buat mereka," kata Kepala Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan itu.

Nurherwati mendorong semua pihak memulai dialog kembali dalam masalah itu. Ia menegaskan suara perempuan haryus didengarkan dalam setiap pembangunan, termasuk perempuan terdampak yang tak sepakat. Setiap pembangunan, ungkapnya, harus memperhatikan hak perempuan di lokasi terdampak. 

Komnas Perempuan akan terus melakukan pemantauan dan memberi masukan dalam proses pembangunan tersebut. Sebelum memberi masukan, pihaknya hendak melihat situasi dan potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Komnas HAM yang sudah lebih dulu mendatangi lokasi tersebut awal bulan lalu. "Kami akan memberikan masukan agar pemerintah mencegah kekerasan terhadap perempuan. Apa yang bisa dilakukan untuk memberi akses sipil politik, ekonomi, sosial hak-hak perempuan," ungkapnya. 

Project Manager NYIA, R Sujiastono pernah menyatakan sosialisasi ke warga terdampak telah dilakukan. Sementara, Asisten II Sekda Pemkab Kulon Progo, Triyono mengutarakan sosialisai ke warga terdampak baik lelaki maupun perempuan telah dilakukan lewat tingkat desa hingga dukuh. 



(RRN)