Warga Desa Sidaharja Desak Hitung Ulang Suara Pilkades

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 16 Nov 2017 10:49 WIB
pilkada
Warga Desa Sidaharja Desak Hitung Ulang Suara Pilkades
Ratusan warga Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menggerduk Gedung DPRD Kabupaten Tegal -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Tegal: Warga Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mendesak adanya penghitungan ulang surat suara yang dinyatakan rusak pada pemilihan kepala desa (pilkades) setempat. Pasalnya, warga mencium adanya kejanggalan dan kecurangan yang terjadi sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan pemungutan suara.

"Banyak warga yang secara konstitusional punya hak memilih, tapi pada kenyataannya tidak bisa mencoblos dengan alasan tidak dapat undangan. Padahal, sebelumnya sudah didata. Menurut kami, ini pelanggaran, merampas hak konstitusional warga," kata Aenul Yakin, koordinator tim pemenangan salah satu calon, saat unjuk rasa warga di Gedung DPRD Kabupaten Tegal, Rabu 15 November 2017.

Aenul menjelaskan, jumlah warga yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Desa Sidaharja mencapai 5.913 orang. Namun, Tempat Pemungutan Suara (TPS) hanya memiliki satu pintu. Kondisi tersebut menyebabkan warga harus berdesak-desakan, sehingga banyak yang gagal menggunakan hak pilihnya.

"Malah ada warga yang syok dan pingsan. Kami sempat minta perpanjangan waktu, tapi tidak disetujui. Akhirnya warga tidak bisa memilih. Ini juga bentuk perampasan hak," ungkapnya.

Menurut Aenul, ada 809 kertas suara yang dinyatakan tidak sah karena kesalahan mencoblos. Pemilih tidak lebih dulu membuka seluruh lipatan kertas suara sebelum mencoblos.

"Jika mengacu peraturan KPU (Komisi Pemilihan Umum), asal tidak mengenai gambar calon lain, coblosan yang tembus ke lipatan di bawahnya (simetris) bisa dinyatakan sah," tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Tegal A. Firdaus Asyairozi meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) serius menyikapi aduan tersebut. Bahkan, ia mengaku menerima aduan terkait pelaksanaan pilkades dari desa lainnya.

"Saya minta Dispermasdes betul-betul serius menangani aduan-aduan yang masuk agar hak masyarakat tidak tercedarai," katanya.

Kepala Dispermades Kabupaten Tegal Prasetyawan menegaskan, akan segera menindaklanjuti aduan tersebut. Pihaknya akan melibatkan tim yang terdiri dari Assisten 1, Kabag Hukum, dan Inspektorat.

"Nanti hakimnya Pak Bupati. Tapi kami tetap mengklarifikasi semua calon, saksi, panitia, dan pengawas pilkades," ucapnya.

Sebagai informasi, pilkades di Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi diikuti empat calon. Sumaryo berhasil mengumpulkan 2.101 suara. Disusul Pahruri dengan 2.090 suara, Kasmui 99 suara, dan Sudiyono 37 suara. Terdapat 809 suara rusak atau tidak sah.


(NIN)