Ratusan Desa di Brebes Rawan Banjir dan Longsor

Media Indonesia    •    Selasa, 03 Oct 2017 16:59 WIB
banjirlongsor
Ratusan Desa di Brebes Rawan Banjir dan Longsor
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Brebes: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menengarai ada sepuluh kecamatan yang masuk daerah rawan banjir dan longsor. Menjelang musim penghujan, warga diminta mewaspadai musibah banjir dan longsor tersebut.

Sekurangnya ada 51 desa di sebelas kecamatan di Brebes rawan banjir, yakni di wilayah pantura dan tengah. Di wilayah pantura, kecamatan yang masuk rawan banjir adalah Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, Losari, Jatibarang, Larangan, Kersana, Ketanggungan, Bumiayu dan Banjarharjo.

"Banjir dikarenakan air hujan maupun rob atau air pasang, terutama desa yang berada di pinggiran sungai besar," kata Kepala BPBD Brebes, Eko Andalas, Selasa 3 Oktober 2017. 

Di wilayah Brebes sendiri, ada tiga sungai kerap menimbulkan banjir, yakni Sungai Pemali, Cisanggarung dan Babakan. "Sungai sungai itu banyak sekali tanggul yang kritis dan rawan jebol bila air sungai meluap," terang Eko.

Sedangkan, daerah yang masuk rawan longsor ada 60 desa di 10 kecamatan. Daerah ini berada di wilayah Brebes bagian tengah dan selatan.

Semuanya berada di Kecamatan Larangan, Kersana, Ketanggungan, Banjarharjo, Tonjong, Songgom, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, Bantarkawung, dan Salem.

"Kami mengimbau masyarakat ikut mewaspadai terhadap kemungkinan datangnya bencana, dan segera melaporkan ke desa agar segera mendapat penanganan," kata Andalas. 

Selain melakukan pemetaan daerah rawan, BPBD juga sudah menyiapkan logistik baik berupa makanan, pakaian, peralatan dapur umum, untuk membantu para korban bencana. Berdasarkan pemantauan BPBD Laabupaten Brebes, hujan sudah mulai turun. Namun untuk wilayah Kabupaten Brebes wilayah selatan seperti Salem, Sirampok, Bantarkawung dan Paguyangan--hujan sudah kerap turun.



(ALB)