Pimpinan Travel Umrah Hannien Tour Ditangkap Polisi

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 23 Dec 2017 16:09 WIB
penipuan
Pimpinan Travel Umrah Hannien Tour Ditangkap Polisi
Direktur dan Bendahara Hannien Tour saat tiba di Mapolresta Surakarta, Sabtu, 23 Desember 2017.

Solo: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta menangkap dua orang pimpinan Biro Travel dan Umrah Hannien Tour. Mereka adalah Direktur Hannien Tour FR, 45 dan Bendahara Hannien Tour AV, 50.

Penangkapan keduanya menindaklanjuti laporan puluhan calon jemaah umrah yang merasa tertipu. Sebanyak 45 calon jemaah yang antara lain berasal dari Madiun, Ngawi, Pacitan, Solo dan kabupaten sekitarnya melaporkan dugaan penipuan pada Sat Reskrim Polresta Surakarta.

Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Agus Puryadi mengemukakan, para calon jemaah umrah telah membayar biaya keberangkatan umrah mereka ke tanah suci. Masing-masing orang membayar biaya berkisar Rp20 juta.

Namun, janji pemberangkatan tidak pernah direalisasikan. Para calon jemaah umrah tak kunjung diberangkatkan hingga saat ini. Tak sedikit calon jemaah yang bahkan mulai mendaftar sejak awal 2016.

"Jumlah orang yang menjadi korban di Hannien Tour cabang Solo, kurang lebih sampai 400 orang," beber dia, Sabtu, 23 Desember 2017. Artinya, terang Agus, dugaan total kerugian yang dialami oleh para korban mencapai Rp8 miliar.

Sebagai tindak lanjut laporan tersebut, polisi dua kali memanggil direktur dan bendahara Hannien Tour untuk diperiksa. Namun keduanya tidak merespons pemanggilan.

Polisi akhirnya menangkap keduanya di kawasan Cibinong, di lokasi yang diperkirakan sebagai kantor pusat Hannien Tour. Penangkapan dilakukan pada Jumat malam, 22 Desember 2017.

Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain laptop, komputer dan sejumlah dokumen perusahaan.

Tidak menutup kemungkinan, polisi akan mengembangkan pemeriksaan. "Jangan-jangan dugaan penipuan oleh yang bersangkutan tidak hanya dilakukan di Solo tapi daerah lain juga," pungkas Kasatreskrim. 

Ia pun memgimbau pada masyarakat yang merasa pernah menjadi korban segera melapor pada pihak yang berwajib.


(ALB)