Presiden Jokowi Minta Banser dan Kokam Teruskan Perjuangan Ulama

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 16 Dec 2017 17:43 WIB
kepemudaan
Presiden Jokowi Minta Banser dan Kokam Teruskan Perjuangan Ulama
Presiden Jokowi saat memimpin apel kebangsaan pasukan Banser NU dan Kokam Muhammadiyah. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Sleman: Presiden Joko Widodo meminta anggota Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Muhammadiyah (Kokam) menjaga semangat kebangsaan dan persatuan. Di hadapan peserta Apel Kebangsaan di Lapangan Siwa Candi Prambanan, Sleman, 16 Desember 2017, Jokowi meminta para pemuda Islam tersebut meneruskan perjuangan ulama. 

"Semua peserta apel ini menjadi penerus perjuangan KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan. Pemuda Islam harus mengembangkan Islam berkemajuan, dan Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin," ujar Jokowi saat menjadi pemimpin Apel Kebangsaan. 

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam yang besar menjadi contoh toleransi dan kegotongroyongan. Indonesia kata Jokowi, telah menjadi sumber inspirasi bagi negara muslim dan dunia internasional. 

"Kita harus memperkuat kerukunan terhadap sesama. Peran Indonesia dalam dunia Islam di dunia global sudah banyak, termasuk dukungan terhadap Palestina," ungkapnya. 


Presiden Joko Widodo. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Ketua Kokam PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak menyampaikan perbedaan antara NU dan Muhammadiyah kini tak ada masalah. Menurut dia, perbedaan menjadi tanda seseorang berpikir. 

"Tinggal bagaimana menyikapi perbedaan itu. Judul kegiatan jaga bumi ini juga sebagai pesan untuk Indonesia menjaga bangsa, negara, dan lingkungan yang terus menghadapi pemanasan global," tuturnya. 

Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan apel tersebut menjadi awal dari langkah besar dua organisasi pemuda Islam di Indonesia. Pihaknya menegaskan akan melanjutkan langkah yang konkret ke depan.

"Kami mendorong pemuda indonesia mencari persamaan. Jika ketemu persamaannya, mau bikin apa saja bisa. Membuat bangsa indonesia lebih maju bisa," ucapnya. 

Sementara Menpora Imam Nahrawi menambahkan, perbedaan telah menjadi takdir bangsa Indonesia. Ia meminta para pemuda Islam tersebut membuat persatuan di tengah masyarakat. 

"Ini berkat ketulusan agung dari tokoh-tokoh Banser dan Kokam," tambahnya. 

Dalam apel tersebut hadir juga sejumlah pejabat, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menkopolkuman Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta sejumlah pejabat daerah. 


(ALB)