Bayi Baru Lahir Dibuang dengan Mulut Diplester

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 12 Dec 2017 15:36 WIB
penemuan bayi
Bayi Baru Lahir Dibuang dengan Mulut Diplester
Petugas medis tengah merawat bayi yang ditemukan di Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Sesosok bayi perempuan yang baru dilahirkan ditemukan terbungkus kantong plastik dengan mulut diplester di sebuah musala di Tegal, Jawa Tengah, Minggu, 10 Desember 2017, malam. Diduga bayi malang itu dibuang karena hasil hubungan gelap kedua orang tuanya.
 
“Meski bayi sempat mengalami hipotermia, kondisinya nampak sehat setelah menjalani perawatan,” kata dokter Muhammad Afuan, Senin, 11 Desember 2017, di Puskesmas Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.
 
Ia bercerita, warga Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Minggu malam, digemparkan dengan penemuan sesosok bayi yang diletakan di sebuah musala desa setempat. Saat ditemukan, bayi perempuan yang baru dilahirkan terbungkus kantong plastik dengan mulut diplester. 
 
Oleh warga, kata Afuan, bayi malang tersebut dibawa ke bidan desa. Warga lantas melaporkan penemuan tersebut ke polisi. Diduga pelaku sengaja menutup mulut sang bayi dengan plester agar saat meletakkan bayi di dalam musala tidak terdengar suara tangis.
 
“Tapi hidungnya kebuka, sehingga masih bisa bernafas,” ujarnya.
 
Polisi dan warga lalu membawa bayi tersebut ke Puskesmas Bumijawa untuk mendapatkan perawatan karena mengalami hipotermia akibat udara dingin pegunungan. Sementara tali pusar bayi telah dipotong sehingga terdapat luka.
 
Senin siang kondisi bayi dengan berat badan 3,3 kilogram dan panjang 48 sentimeter itu sudah nampak sehat dan bisa beradaptasi dengan suhu ruangan. Luka pada pusar juga telah dibersihkan oleh petugas medis Puskesmas Bumijawa.
 
“Kondisi sekarang bagus, hiportemianya sudah hilang. Sisa-sisa nanah yang diplasentanya, di tali pusarnya, kita buang karena memang panjang. DIbuang karena ada infeksinya,” pungkasnya. 
 
Sejumlah warga yang berdatangan ke puskesmas Bumijawa pun berkeinginan untuk mengadopsi sang bayi. Namun karena masih menjadi kewenangan kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan, bayi sementara dititipkan di Puskesmas Bumijawa.
 
Aparat kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tegal telah memintai keterangan sejumlah saksi guna penyidikan lebih lanjut. “Bayi malang ini diduga sengaja dibuang oleh kedua orang tuanya karena hasil hubungan gelap, sehingga tidak menginginkan kelahiran bayi tersebut,” kata petugas yang enggan disebut namanya.


(ALB)