Dalang: Tak Ada Pemerintah di Hari Wayang Sedunia

Pythag Kurniati    •    Senin, 07 Nov 2016 12:14 WIB
wayang kulit
Dalang: Tak Ada Pemerintah di Hari Wayang Sedunia
Pementasan wayang nonstop dengan 40 dalang di kampus ISI Solo, Jateng, Senin-Selasa (7-8/11/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Dalang kenamaan, Ki Manteb Soedharsono mempertanyakan peran serta pemerintah pada Hari Wayang Sedunia yang jatuh pada 7 November. Pemerintah dianggap tidak ikut andil dalam perayaan hari wayang.

"Ngganjel e atiku (yang mengganjal di hati saya) kenapa pemerintah tidak ikut cawe-cawe (andil) pada peringatan Hari Wayang Sedunia," tutur Manteb saat hadir di pembukaan peringatan Hari Wayang Sedunia tahun 2016 di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Jawa Tengah, Senin (07/11/2016).

Dalang kelahiran 31 Agustus 1948 tersebut, mengungkapkan momentum Hari Wayang Sedunia seharusnya mampu dimanfaatkan untuk mengangkat kesenian wayang Indonesia. Sehingga, wayang tidak terkesan dikesampingkan di negeri sendiri.

Terlebih, UNESCO telah menetapkan wayang sebagai warisan budaya non-bendawi yang diakui dunia. Manteb berharap, hari ini, mulai dari presiden, menteri hingga anggota DPR meramaikan dengan menggelar maupun menyaksikan wayang.

"Gaung Hari Wayang Sedunia saya rasa akan sangat luar biasa jika hal itu dilakukan," papar dia.


Ki Manteb Soedharsono.

Untuk memajukan kesenian wayang, lanjutnya, diperlukan peran dari tiga pihak. Yakni, pemerintah yang  peduli, dalang yang profesional dan masyarakat yang mendukung.

Ia menambahkan saat ini regenerasi dalang sudah dilakukan. Ki Manteb mengklaim dalang-dalang muda telah banyak bermunculan.

"Tapi kalau dalang banyak, pemerintah tidak peduli dan masyarakat tidak mendukung, mau bagaimana," pungkas dia.

Peringatan Hari Wayang Sedunia 2016 di ISI Solo digelar secara meriah pada 7 hingga 8 November 2016. Bertajuk 'Wayang Cermin Kehidupan', 40 dalang akan mendalang nonstop selama 36 jam di empat panggung di lingkungan ISI Solo.

Selain itu, digelar pula workshop pembuatan wayang, pameran wayang, dan buku-buku wayang serta lomba mewarnai wayang.


(SAN)