Memprihatinkan, Pendidik Ikut Jadi Aktor Kekerasan Seksual

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 23 Nov 2016 12:07 WIB
pencabulan
Memprihatinkan, Pendidik Ikut Jadi Aktor Kekerasan Seksual
Ilustrasi. (Metrotvnews.com/M Rizal)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kekerasan seksual terhadap anak ikut menyeret pendidik di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Hal ini dikhawatirkan Manager Divisi Pengorganisasian Masyarkat dan Advokasi Rifka Annisa Women Crisis Centre, M. Thontowi.

Data yang ia peroleh dari Polres Gunungkidul, peristiwa pelecehan seksual hingga November 2016 terdapat 20 kasus. Dia menyesalkan korban banyak berasal dari kalangan pelajar dan melibatkan pendidik. 

"Orang tua hingga pemerintah harus terus berupaya menjaga anak sekaligus generasi muda dari tindakan asusila," kata dia, saat dihubungi, Rabu (23/11/2016).

Beberapa hari lalu, Polres Gunungkidul resmi menetapkan Kepala SMK swasta di Kabupaten Gunungkidul, sebagai tersangka dalam kasus pencabulan. Kepala SMK berinisial S itu terbukti mencabuli anak didiknya, siswi kelas XII.

"S sudah kami periksa beberapa kali. Ia terbukti mencabuli anak di bawah umur," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gunungkidul, AKP Mustijat Priyambodo, saat dihubungi.

Baca: Kepala SMK di Gunungkidul Diduga Cabuli Siswanya

Mustijat mengatakan polisi masih mendalami kasus asusila yang dilakukan S. Polres Gunungkidul sampai saat ini belum memperoleh informasi tambahan terkait jumlah korban S. Pengakuan S dalam pemeriksaan, ia bertindak asusila sejak Februari hingga September 2016.

Meski bertatus tersangka, Polres Gunungkidul tak menahan S. Polisi berdalih S tak berupaya menghilangkan barang bukti dan kooperatif dalam pemeriksaan. "Polisi masih menyelidiki," ujarnya.

Kepala SMK yang telah dinonaktifkan tersebut dijerat Pasal 82 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

 


(UWA)