Organda DIY Protes Stiker untuk Taksi Online

Patricia Vicka    •    Jumat, 17 Mar 2017 18:27 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Organda DIY Protes Stiker untuk Taksi Online
Desain stiker pada taksi online dan taksi konvensional, MTVN - Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kementerian Perhubungan bakal menerapkan peraturan baru mengenai operasional moda transportasi berbasis aplikasi alias taksi online pada 1 April 2017. Peraturan itu merujuk pada revisi Permenhub Nomor 32 tahun 2016.

Namun Organisasi Angkutan Darat (Organda) DI Yogyakarta keberatan dengan beberapa poin dalam aturan tersebut. Satu di antaranya soal logo dalam stiker penanda yang membedakan taksi konvensional dengan online.

Ketua Organda DIY Agus Andrianto menjelaskan stiker untuk taksi pelat kuning bergambar logo Kementerian Perhubungan yang bertuliskan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. Sementara taksi pelat hitam hanya ada tulisan T dan logo sinyal wifi.

"Dari sisi estetika kurang menarik. Logo itu (taksi online pelat hitam) simbol legalisasi enggak jelas. Seharusnya simbolnya jelas. Misalnya ada tulisannya Kemenhub juga," ujar Agus di Yogyakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Agus meminta pemerintah memberikan perlakuan yang sama pada dua jenis transportasi itu. Misal menuliskan kata Kemenhub pada stiker.

Organda DIY juga keberatan dengan batas minimum kapasitas silinder mesin taksi online yang minimal 1000 CC. Menurutnya kendaraan yang layak menjadi taksi baik itu taksi online pelat kuning maupun pelat hitam minimal berkapasitas 1.300 CC.

"Kalau cuma 1000 cc sama seperti ojek berbadan besar. Dari sisi keamanan juga lebih baik yang 1.300 CC. Kapasitas seharusnya sama seperti taksi minimal 1.300 CC," tegas Agus.

Pihaknya sudah menyampaikan keberatan ini pada pemerintah pusat. Namun ia mendukung penerapan revisi Permenhub jika terdapat asas keadilan. 



(RRN)