Pemkab Banyumas Larang Angkutan Umum Bawa Demonstran ke Jakarta

Fauzan Hilal    •    Senin, 28 Nov 2016 11:23 WIB
unjuk rasa
Pemkab Banyumas Larang Angkutan Umum Bawa Demonstran ke Jakarta
Ilustrasi. Foto:Antara/Syaiful Arif

Metrotvnews.com, Purwokerto: Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melarang angkutan umum membawa pengunjuk rasa ke Jakarta menjelang aksi damai 2 Desember 2016.
 
"Kami akan surati seluruh pemilik armada (pengusaha angkutan umum) atas dasar instruksi Kapolda dan surat Kapolres untuk tidak menyewakan armada yang akan dipakai untuk unjuk rasa," kata Bupati Banyumas Achmad Husein seperti dikuti Antara, Senin (28/11/2012).
 
Husein mengatakan, jika pengusaha angkutan umum menyewakan armadanya untuk mengangkut
pengunjuk rasa ke Jakarta, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.
 
“Semua armada (baik yang memiliki trayek maupun armada pariwisata), kalau dipakai unjuk rasa atau ada indikasi ke situ, kita larang. Jangan digunakan atau disewakan (untuk unjuk rasa)," katanya.
 
Husein mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pendekatan dan mengimbau mereka untuk
tidak mengikutsertakan anggotanya berunjuk rasa di Jakarta.
 
"Kemarin sudah ada pernyataan dari Al Irsyad bahwa mereka tidak akan berangkat maupun memberangkatkan, Muhammadiyah juga begitu. Akan tetapi sekarang banyak muncul yang bukan mengatasnamakan organisasi," katanya.
 
Ia mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dari mana datangnya kelompok-kelompok yang bukan mengatasnamakan organisasi itu.
 
Aksi damai 2 Desember adalah aksi lanjutan yang akan dilakukan GNPF MUI bersama organisasi masyarakat lain. Aksi ini akan berpusat di Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan M.H. Thamrin, dan berpusat di Bundaran Hotel Indonesia.
 
Tujuan aksi untuk meminta kepolisian menahan tersangka kasus dugaan penistaan agama, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang akrab disapa Ahok itu telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama pada 16 November lalu.
 



(FZN)