Psikolog Ikut Dampingi Balita Korban Penyiksaan di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Senin, 21 Nov 2016 19:17 WIB
penganiayaan anak
Psikolog Ikut Dampingi Balita Korban Penyiksaan di Yogyakarta
Anak jadi korban kekerasan, Ant

Metrotvnews.com,Yogyakarta: Balita korban penyiksaan sadis, JM, beserta ibunya menjalani proses pemulihan psikologis di rumah aman Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan (PPTPA) DIY Rekso Dyah. Keduanya mendapat pendampingan dari dua psikolog, satu psikiater, dan tim medis.

Kepala Rekso Dyah, Tuti Purwani menjelaskan kedua psikolog terdiri dari psikolog anak dan psikolog wanita. Keduanya rutin melakukan sesi terapi penyembuhan setiap hari.

Di tahap awal, psikolog mengajak Sartini berbincang dengan santai. Alat komunikasi dijauhkan dari ibu tiga anak itu.

"Tim kami coba ajak dia ngobrol sambil nonton atau masak. Semua dilakukan dengan santai biar emosinya tak down lagi," tutur Tuti di kantornya di Jalan Balirejo Yogyakarta.

Sementara penyembuhan mental sang anak, para psikolog melakukannya dengan mengajak JM bermain. Bocah berusia 1,5 tahun itu pun diajak jalan-jalan di sekitar rumah.

"Pelan-pelan JM kami ajak bercanda, main dan jalan. Dia sekarang sudah ceria. Sudah bisa ketawa dan dadah-dadah sama orang," jelasnya.

Selain itu tim medis juga terus memantau proses penyembuhan luka di tubuh JM. Misalnya mengoleskan obat pada luka di tubuhnya.

Tuti berharap kasus penyiksaan yang menimpa JM mampu membongkas kasus serupa lain. Ia juga meminta perempuan yang menjadi korban maupun saksi berani melaporkan tindak kekerasan pada anak-anak ke kepolisian.

Sartini dan putranya, JM, 1,5 tahun, menjadi korban kekerasan majikannya, AC, yang beralamat di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. 

Disekap pada Februari hingga September lalu, Sartini dan putranya mendapatkan sejumlah tindak kekerasan dari majikan. Setelah berhasil kabur dan menenangkan diri, Sartini memberanikan diri lapor ke polisi, 15 November.


(RRN)