Dampak Proyek Tol, Sekolah Pindah ke Balaidesa

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 21 Nov 2016 17:57 WIB
tol
Dampak Proyek Tol, Sekolah Pindah ke Balaidesa
Siswa SDN Purwodadi, Pekalongan belajar di balaidesa setempat. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Sebanyak 146 siswa SD Negeri Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terpaksa belajar di Balai Desa dan TPQ. Bangunan sekolah mereka bakal digusur imbas proyek Jalan Tol Trans Jawa Ruas Pemalang-Batang.

Walaupun bangunan SDN Purwodadi saat ini masih berdiri dan belum digusur, namun seluruh ruang kelas dan kantor sudah tidak ditempati. Pelajar kelas 1, 2, dan 3 mengikuti pembelajaran di balaidesa, sedangkan kelas 4, 5, dan 6 dipindah ke TPQ Sabilunajah desa setempat.

Baca: Pembangunan Tol Pekalongan Mangkrak

Salah satu siswi SDN Purwodadi, Novita mengaku tidak nyaman dengan kondisi belajar di balaidesa, karena dia harus berbagi dengan siswa kelas lain. Satu kelas harus digabung dengan kelas lain.

"Tidak nyaman, berisik dan tidak bisa konsentrasi. Enak di sekolahan sendiri. Padahal, sebentar lagi kami mau ujian" tuturnya, Senin (21/11/2016).

Sementara itu warga Desa Purwodadi menyayangkan sikap pemda yang dinilai tidak sigap dalam mensikapi rencana digusurnya bangunan SDN Purwodadi. 

"Seharusnya, sebelum proyek jalan tol berjalan dan sebelum bangunan sekolah dibongkar, pemda sudah ancang-ancang. Harus sudah ada lahan dan bangunan pengganti sekolah," kata salah satu warga Desa Purwodadi, Teguh Supriyono.

Baca: Pembebasan Lahan Tol di Pekalongan Terkendala Yuridis

Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Sragi, Eko Wismoyo, menyatakan, lokasi lahan baru SDN Purwodadi sudah dibahas oleh Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pekalongan dengan dinas terkait.

Menurutnya, ada dua opsi untuk lokasi bangunan sekolah yang kena gusur jalan tol tersebut. Yakni, di lahan bengkok desa yang terletak di sebelah selatan lapangan desa dan tanah milik warga yang berada tidak jauh dari lokasi lapangan itu.

Baca: Pembebasan Lahan Tol Trans Jawa di Pekalongan Lamban

"Pihak pemerintah desa telah sepakat terkait penggunaan lahan tanah bengkok seluas 1.660 meter persegi tersebut. Demikian pula dengan pemilik lahan dengan luas 1.350 meter persegi juga telah siap menjual lahannya tersebut. Jadi kami harap bisa bersabar." paparnya.


(SAN)