Debt Collector Haram Tarik Motor di Jalan

Rhobi Shani    •    Selasa, 22 Nov 2016 15:08 WIB
kasus pembunuhan
<i>Debt Collector</i> Haram Tarik Motor di Jalan
Ilustrasi. Foto: MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jepara: Aksi debt collector atau penagih utang yang kerap meminta paksa sepeda motor di tengah jalan dinilai meresahkan masyarakat. Motor yang menjadi incaran mereka biasanya motor yang memiliki tunggakan angsuran.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menegaskan tindakan penagih utang yang meminta paksa motor di tengah jalan adalah perbuatan melanggar hukum. Ada prosedur yang harus dilewati untuk menarik kendaraan yang memiliki tunggakan angsuran.
 
“Mestinya ada surat peringatan dulu. Kalau meminta paksa di tengah jalan jelas melanggar hukum dan masyarakat bisa melaporkan hal itu,” kata Samsu ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/11/2016).
 
Diterangkan Samsu, barang kredit harus dijamin fidusianya. Hanya, jaminan kepercayaan ini tidak dilakukan pihak pembiayaan kredit. Sehingga, terjadi pengadilan jalanan dan cenderung pada perbuatan melanggar hukum.
 
“Sampai saat ini di Jepara belum pernah ada penarikan barang kredit melalui proses persidangan,” ujar Samsu.
 
Disinggung apakah ada oknum polisi yang menjaga para penagih utang, Samsu mengatakan tak ada. Malah, ada anggotanya yang harus disidang disiplin lantaran memiliki tunggakan angsuran kendaraan.

Baca: Penagih Utang Tewas dengan Luka Tusuk

Kasus penagih utang ini mencuat setelah berita kematian Andik Yulianto, 26, warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Samsu belum menyimpulkan apakah kematian korban terkait profesinya sebagai penagih utang atau bukan. Sampai saat ini, polisi masih mengejar pelaku.
 
“Semuanya masih dalam proses. Kalau para pelaku sudah tertangkap, bisa diketahui apa motifnya dan peran-perannya,” kata Samsu.


(UWA)