12 Kelurahan di Yogyakarta akan Mendapat `Anak Asuh` Nyamuk

Patricia Vicka    •    Senin, 20 Mar 2017 15:49 WIB
pencegahan dbd
12 Kelurahan di Yogyakarta akan Mendapat `Anak Asuh` Nyamuk
Telur nyamuk mengandung bakteri Wolbachia siap dilepas di 12 Kelurahan di Kota Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Wilayah pelepasan nyamuk Aedes Aegpty berbakteri Wolbachia di Kota Yogyakarta akan diperluas. Ribuan telur nyamuk berbakteri Wolbachia akan dilepas ke 12 kelurahan di Kota Yogyakarta.

Peneliti utama Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta Adi Untarini mengatakan, pelepasan dilakukan pada Maret hingga November 2017. Beberapa warga di 12 kelurahan akan dititipi `anak asuh` berupa telur nyamuk berbakteri Wolbachia yang dimasukkan dalam ember putih.

Warga diminta menjaga telur tersebut hingga menetas. Pelepasan telur nyamuk itu diharapkan bisa menekan jumlah kasus penderita DBD yang cukup tinggi di Yogyakarta.

"Kita akan segera melepas lagi di wilayah yang lebih luas untuk membuktikan efektivitas metode Wolbachia ini," kata Untarini di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin, 20 Maret 2017.

Kelurahan yang akan mendapat `anak asuh`, yaitu Kelurahan Cokrodiningratan, Terban, Pringgokusuman, Sosormenduran, Baciro, Suryatmajan, Tegal Panggung, Ngupasan, Muja Muju, Kadipaten, Patehan, Wirogunan, Warungboto, Mantrijeron, Bangunharjo, serta Kelurahan Sorosutan.

Sebelumnya, ribuan telur nyamuk mengandung Wolbachia sudah dilepas di tujuh kelurahan di Yogyakarta tahun lalu. Perluasan wilayah pelepasan nyamuk Wolbachia dilakukan karena populasi nyamuk di Kota Yogyakarta bertambah hingga tiga kali lipat dibandingkan populasi di kabupaten lainnya. Padatnya penduduk serta rapatnya permukiman menjadi salah satu faktor yang menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan cepat.

Kepala Bidang Pencegahan dan penanggulangan Masalah Keshatan (P2MK) Dinas Kesehatan Provinsi DIY Elvi Effendy menyambut baik perluasan pelepasan nyamuk mengandung Wolbachia. Ia mengaku merasa terbantu dengan adanya program ini.

"Kami terus mendukung program pelepasan nyamuk ber-Wolbachia ini. Sejak didengungkan 2011 silam, sampai saat ini kemajuannya sangat pesat dan harapannya dapat membantu mengurangi ancaman DBD di Yogyakarta," katanya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan DIY, jumlah penderita demam berdarah selama 2015 di seluruh DIY ada 4.000 kasus. Jumlah ini meningkta drastis pada 2016, menjadi 6.000 kasus.


(NIN)