Masih Banyak Warga Kulonprogo Tak Punya Uang Bangun Jamban

Patricia Vicka    •    Senin, 20 Mar 2017 20:37 WIB
lingkungan
Masih Banyak Warga Kulonprogo Tak Punya Uang Bangun Jamban
Aktivis mengampanyekan penyediaan jamban bagi keluarga Indonesia, Ant - R Rekotomo

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sebagian warga Kulonprogo, DI Yogyakarta, masih buang air besar sembarangan (BABS). Tercatat 21 dari 88 desa dinyatakan belum bebas dari kebiasaan buruk itu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes DIY Dr Elvi Effendy mengatakan kesulitan ekonomi menjadi salah satu faktor utama warga Kulonprogo tak memiliki jamban. Ditambah lagi kondisi alam berupa pegunungan, perbukitan, pepohonan, dan air melimpah menjadi alasan warga lebih gampang BAB sembarangan.

"Kalau mau numpang tetangga yang punya jamban, enggak enak. Mau bangun sendiri (jamban) enggak punya uang. Jadilah di sungai saja (BABS)," ujar Elvy di sela-sela  jumpa pers di UGM Yogyakarta, Senin 20 Maret 2017.

Kebiasaan yang sudah dilakukan puluhan tahun ini sulit dihilangkan. Namun Pemda terus menyosialisasikan bahaya BAB sembarangan terhadap kesehatan. 

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaning Astuti yakin Pemkab Kulonprogo bisa mengebut dan menggenjot kesadaran warga. Ia juga mendorong pemerintah desa berkomitmen mendeklarasikan diri berhenti BAB sembarangan.

"Gunungkidul sudah mendeklarasikan Stop BABS pada 2016. Bisa berhasil karena bupatinya ada komitmen tinggi. Sehingga seluruh camat, lurah dan perangkat desa mau tandatangan bebas BABS," tutupnya.

Berdasarkan catatan Dinkes DIY, sebanyak 90,64 persen desa atau sekitar 397 desa dari 438 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mendeklarasikan diri bebas BABS. Hanya 41 desa yang belum yakni 21 desa di Kulon progo, 15 di Bantul, dan 5 di Sleman. Sementara Gunung Kidul dan Kota YOgyakarta sudah 100 persen bebas BABS.


(RRN)