14 Taruna Akpol Pelaku Penganiayaan Diadili

Mustholih    •    Selasa, 19 Sep 2017 17:30 WIB
kekerasan
14 Taruna Akpol Pelaku Penganiayaan Diadili
Ilustrasi polisi. Foto: MTVN.

Metrotvnews.com, Semarang: Sebanyak 14 taruna tingkat III Akademi Kepolisian Semarang yang diduga menganiaya hingga tewas taruna tingkat dua, Muhammad Adam, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah Selasa 19 September 2017. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dibagi menjadi tiga berkas perkara sesuai pasal yang didakwakan.

Berkas perkara pertama mendakwa para taruna tingkat III Akpol Semarang dengan ancaman pidana yang tertuang pada Pasal 170 ayat 1 KUHPIdana tentang penganiayaan. Mereka terancam hukuman pidana penjara tujuh tahun dan 12 tahun. Dakwaan mereka dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Sateno.

Baca: 14 Taruna Akpol Semarang Dipecat

Taruna Akpol yang didakwa pasal penganiayaan tersebut berjumlah sembilan orang. Mereka adalah Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Heri Avianto.

Menurut Jaksa Sateno, ke sembilan taruna Akpol tersebut didakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap sejumlah junior mereka di Flat A Akpol Semarang. Di lokasi itu Muhammad Adam ikut serta mendapat kekerasan. 

"Terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang," terang Sateno saat membacakan dakwaan di PN Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 19 September 2017.

Berkas perkara kedua mendakwa seorang taruna tingkat tiga Akpol, Rinox Lewi Wattimena alias Rinox, dengan dakwaan kesatu, Pasal 338 KUHP jo Pasal 56 ayat (2) KUHP dan kedua Pasal 170  ayat (2) ke-3 KUHP jo Pasal 56 ayat (2) KUHP dan dakwaan kedua Pasal 170 ayat (1) KUHP jo Pasal 56 ayat (2) KUHP. 
Terdakwa diduga melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Adam hingga berujung meninggal. Dakwaan Rinox dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Efrita.

Berkas perkara ketiga mendakwa empat orang taruna tingkat Akpol dengan dakwaan ke satu Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau kedua Pasal 170  ayat (2) ke-3 KUHP dan dakwaan kedua Pasal 170 ayat (1) KUHP. Ke empat taruna ini adalah Christian Atmadibrata Sermumes, Gibrail Charthens Manorek, Martinus Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury. Dakwaan mereka dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Slamet Margono.

Muhammad Adam tewas Kamis dini hari, 18 Mei 2017, diduga dianiaya seniornya. Peristiwa itu terjadi saat 14 taruna Akpol tingkat tiga memerintahkan Adam dan 20 taruna tingkat dua berkumpul di gudang Flat A taruna tingkat tiga.


(ALB)