Pantura Dilanda Kekeringan

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 21 Apr 2017 17:39 WIB
kemarau dan kekeringan
Pantura Dilanda Kekeringan
Petugas PMI Kabupaten Tegal memberi bantuan air bersih kepada warga Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Dua kecamatan di wilayah pantai utara (pantura) dilanda kekeringan. Warga di Kecamatan Suradadi dan Warureja saat ini kesulitan mendapatkan air bersih.

Sumur di tiap rumah warga nyaris tidak mengeluarkan air bersih. Terpaksa, warga membeli air di penjual keliling.

"Mungkin karena sudah memasuki musim kemarau, sehingga sulit mendapatkan air bersih," kata Sulastri, 40, warga Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 21 April 2017.

Menurut Sulastri, kekeringan mulai terjadi sejak sebulan terakhir. Air sumur mulai surut setelah intensitas hujan berkurang.

Demi mendapatkan air bersih, ibu tiga anak ini harus membeli. Harganya bervariasi, mulai Rp3 ribu hingga Rp4 ribu per jeriken.

Harga itu dianggap terlalu mahal, karena kebutuhan air bersih untuk keluarganya cukup banyak. Selain untuk memasak, air bersih juga untuk mandi cuci kakus (MCK).

"Kekeringan memang bukan hal yang asing bagi kami. Setiap tahun desa kami selalu dilanda kekeringan," kata Sulastri yang bekerja sebagai buruh tani.

Hal senada juga disampaikan Susanto, 47, warga Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi. Menurutnya, bantuan air bersih belum banyak yang datang sejak terjadi kekeringan.

Selama ini, bantuan baru datang dari relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal. "Kami sangat butuh bantuan air bersih," ucapnya.

Relawan PMI Kabupaten Tegal M. Ilman mengungkapkan, pihaknya sudah membantu air bersih ke sembilan desa di wilayah pantura. Selain di Kecamatan Suradadi dan Warureja, air bersih juga didistribusikan bagi warga Kecamatan Kedungbanteng.


(NIN)