Jepara Tunggu Instruksi Sekolah Lima Hari

Rhobi Shani    •    Sabtu, 17 Jun 2017 12:43 WIB
pendidikan
Jepara Tunggu Instruksi Sekolah Lima Hari
Siswa SMA Negeri 1 Mlonggo bersantai di dalam kelas. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyatakan bakal mendukung kebijakan sekolah lima hari. Namun, kebijakan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat. Mengingat, karekter masing-masing daerah di Indonesia tidak sama dengan Ibu Kota, Jakarta.

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku mau tidak mau harus menjalankan kebijakan itu. Hanya, perlu pertimbangan pihak-pihak kompeten sebelum program baru itu dijalankan.

Dian bilang, kebijakan sekolah lima hari memunculkan kekhawatiran di masyarakat akan hilangnya kesempatan belajar agama. Pasalnya, pendidikan agama di Kabupaten Jepara tidak hanya ditempuh melalui jalur formal, seperti sekolah. Tetapi juga nonformal.

“Secara prinsip daerah akan mengikuti instruksi pemerintah pusat. Tapi teknis pelaksanaan di lapangan harus dibicarakan di daerah,” tutur Dian kepada Metrotvnews.com, Sabtu, 17 Juni 2017.

Senada disampaikan Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jepara Ali Maftuh. Sampai saat ini pihaknya belum mengambil kebijakan soal aturan baru ini.

“Pemerintah daerah harus mengkaji untung rugi dari kebijakan itu terhadap daerah. Tapi, kalau perintah instruksinya lima hari, ya, lima hari,” kata Ali. Hanya saja, pihaknya belum memutuskan kebijakan itu bisa diterapkan pada tahun ajaran baru 2017/2018.

Ali menambahkan, pembicaraan di kalangan sekolah berkait sekolah lima hari pun belum mengemuka di Jepara. Saat ini, jenjang sekolah dasar yang sudah menerapkan sistem belajar lima hari baru dua SD swasta.

Disampaikan Ali, kondisi sosial budaya masyarakat di Indonesia tidak sama. Sehingga hal tersebut yang perlu jadi pertimbangan untuk menentukan kebijakan sekolah lima hari. Ali mencontohkan, kondisi sosial budaya masyarakat Jepara dengan Jakarta sangat berbeda. Sehingga kondisi itu tidak bisa disamaratakan.

“Kalau Indonesia Raya itu Jakarta ya, salah. Indonesia Raya itu ya, ada Jakarta, ada Jepara dan ada daerah-daerah lainnya,” pungkas Ali.


(SAN)