Pengembangan Wisata Dieng Perlu Sinergi Beberapa Kementerian

Pelangi Karismakristi    •    Senin, 24 Jul 2017 15:38 WIB
berita dpr
Pengembangan Wisata Dieng Perlu Sinergi Beberapa Kementerian
Komisi X DPR RI meninjau Komplek Candi Arjuna di Dieng, Jawa Tengah. Foto: Dok. DPR

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai perlu ada sinergi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian PU PERA terkait pengembangan destinasi wisata di Kawasan Dàtaran Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara. 

Apalagi mengingat akses jalan yang ada saat ini masih belum memenuhi syarat sebagai destinasi pariwisata nasional.
 
"Jumlah wisman dan wisnus yang datang ke sini akan jauh dari target yang ingin dicapai, kalau aksesibilitasnya masih seperti ini. Sehingga perlu didesak mengenai pengerjaan pembangunan jalan tol Jakarta-Semarang, selain itu harus juga difasilitasi akses jalan dari tol menuju kawasan wisata strategis nasional," terang Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Senin 24 Juli 2017.

Semua problematika yang dihadapi tersebut, lanjut dia, tidak akan menjadi suatu masalah. Asalkan semua pihak atau dalam hal ini kementerian terkait bisa duduk bersama dan mencari solusi.

"Kalau ternyata memang kita banyak kendala, maka bisa juga melibatkan pihak swasta. Namun dengan catatan jangan sampai menimbulkan penilaian miring seperti yang pernah ada sebelumnya, yakni hal itu hanya akan membesarkan swasta, dan masyarakatnya ditinggalkan tanpa mendapat manfaat apa pun," imbuhnya.

Fikri juga mengatakan, jika bidang pariwisata ingin dijadikan andalan penerimaan devisa negara, maka pemerintah harus bisa memenuhi unsur aksesibilitas, amenitas atau sarana penunjang, dan atraksi.
 
Sebelumnya, Fikri dan rombngan telah mengunjungi Candi Borobudur. Ia menilai, obyek wisata yang pernah dinobatkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO itu mulai terlihat perkembangannya, meskipun masih ada tuntutan dari Badan Pengelola kawasan candi tersebut.
 
"Ke depan, peran masyarakat akan lebih diberdayakan. Misalnya, untuk mengelola home stay dan sebagainya. Jangan sampai ada lagi pandangan negatif yang mengatakan bahwa ada candi yang dijuluki sebagai salah satu keajaiban dunia, tetapi masyarakatnya hanya menjadi juru parkir dan pedagang asongan," kata Fikri.



(ROS)