Kekeringan Melanda 18 Kecamatan di Gunungkidul

Patricia Vicka    •    Jumat, 28 Jul 2017 13:17 WIB
kekeringan
Kekeringan Melanda 18 Kecamatan di Gunungkidul
Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kekeringan mulai melanda sebagian besar kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Berdasarkan penelitian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, saat ini ada 18 kecamatan di Gunungkidul yang terdampak kekeringan cukup parah.

"Ada sekitar 950 kepala keluarga, 46.000 jiwa, yang tersebar di 80 desa di 18 kecamatan yang membutuhkan bantuan khusus secepatnya," kata Kepala BPBD DIY Krido Suprayitno di kantornya, Jalan Kenari, Yogyakarta, Jumat 28 Juli 2017.

Wilayah yang terdampak kekeringan, di antaranya Kecamatan Rongkop, Girisubo, Semin, Ngilpar, Panggang, dan Kecamatan Palian. Wilayah tersebut mengalami kekeringan karena kondisi geografis tanahnya yang terbuat batuan kars, sehingga tidak bisa menampung air hujan secara maksimal.

Selain itu, curah hujan di kabupaten yang terletak di timur DIY ini tergolong sedikit atau rendah sepanjang tahun. Dibandingkan tahun lalu, titik kekeringan tahun ini di Kabupaten Gunungkidul diprediksi meningkat 5% dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi cuaca saat ini anomali atau tidak bisa diprediksi. Bahkan, kondisi kekeringan tahun ini diprediksi akan sehebat 2004-2005, di mana rentang waktu musim kemarau sempit. Tapi, kekeringannya sangat parah dan berdampak luas.

Pada 2004 dan 2005, kekeringan hebat merusak 16.580 hektare lahan di Gunungkidul. Karena itu, Krido menyarankan Pemkab Guungkidul menangani kekeringan menggunakan strategi dan pengukuran yang tepat berdasarkan data dan kajian penelitian. Bukan hanya sekedar strategi responsif seperti dropping air.

"Seperti memperbanyak tempat penyimpanan air dan cara menyalurkannya," tegas Krido.

Terpisah, Kepala BPBD Gunungkidul Budiharjo mengatakan, sudah 32 desa yang melaporkan kesulitan air bersih dan meminta dropping air. Desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Panggang, Purwosari, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Rongkop, dan Kecamatan Girisubo.

"Ada sekitar 254 padukuhan dengan jumlah kepala keluarga 9.046 dan 45.230 jiwa yang kesulitan mendapatkan air bersih. Kami akan dropping air satu-persatu," kata Budhi.

Air akan dikirim sebanyak 28 rit per hari yang disalurkan menggunakan tujuh tangki. Sekali pergi, masing-masing tangki akan menyetor 4 rit dan diserahkan ke lokasi yang sudah disesuaikan dengan kecamatan yang membutuhkan air bersih.

Untuk mengatasi kekeringan tahun ini, BPBD Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan dana Rp600 juta untuk dropping air bersih.


(NIN)