Hubungan TNI AU dan Kopassus Tetap Mesra Pascapengeroyokan

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 06 Jun 2015 15:37 WIB
penganiayaanperselisihan tni
Hubungan TNI AU dan Kopassus Tetap Mesra Pascapengeroyokan
Foto: Komandan Landasan Udara Adi Soemarmo Kolonel Penerbangan (Pnb) Hendrikus Haris Haryanto/MTVN_Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Komandan Landasan Udara Adi Soemarmo Kolonel Penerbangan (Pnb) Hendrikus Haris Haryanto mengaku sudah berkoordinasi dengan Komandan Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terkait kasus pengeroyokan yang melibatkan Anggota Kopassus terhadap empat anggota TNI AU. Kolonel (Pnb) Hendrikus mengaku pihaknya tidak ada masalah antarsatuan TNI.

"Kami terus jalin komunikasi dengan Dangrup (Komandan Grup II). Semuanya tidak ada masalah," kata Kolonel (Pnb) Hendrikus usai menghadiri upacara persiapan pengamanan pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo di lapangan selatan Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2015).

Hendrikus mengatakan prajurit TNI wajib mematuhi Sapta Marga dan 8 Wajib TNI. 8 Wajib TNI itu yakni Bersikap ramah tamah terhadap rakyat, bersikap sopan santun terhadap rakyat, menjunjung tinggi kehormatan wanita, menjaga kehormatan diri di muka umum, senantiasa menjadi contoh dalam sikap dan kesederhanaannya, tidak sekali-kali merugikan rakyat, tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

"Jadi, sudah sangat jelas café merupakan tempat yang dilarang. Ke depan kita akan perketat," ujarnya.

Hendrikus pun mengatakan TNI akan menindak tegas apabila prajurit yang melanggar Sapta Marga dan 8 Wajib TNI. Selain itu, pelanggar juga dijerat pasal pidana.

"Kalau untuk keputusan penyidikan, kita serahkan sepenuhnya pada Denpom (Detasemen Polisi Militer)," pungkasnya.


(TTD)