800 ABK asal Indonesia Dilaporkan Meninggal saat Berlayar

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 27 May 2016 15:29 WIB
kelautan
800 ABK asal Indonesia Dilaporkan Meninggal saat Berlayar
Dua anak ABK menunjukkan foto ayahnya yang meninggal saat berlayar di Tegal, Jateng, MTVN - Kuntoro

Metrotvnews.com, Tegal: Sebanyak 800 awak buah kapal (ABK) asal Indonesia meninggal saat berlayar dalam dua tahun terakhir. Federasi Nelayan Indonesia (FNI) menduga mereka mengalami penganiayaan dan penyiksaan hingga meninggal.

Ketua FNI John Albert mengatakan 37 persen atau sebanyak 300 jenazah hilang. Data itu didapat dari beberapa laporan.

"300 jenazah itu tak dipulangkan ke keluarga masing-masing," kata John di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (27/5/2016).

John mengaku mendapat laporan beberapa awak dianiaya. Jenazahnya dibuang ke laut. Pihak keluarga hanya mendapat keterangan awak tersebut meninggal karena sakit. Perusahaan penyalur memberikan asuransi namun jasadnya tak dikembalikan ke keluarga.
 
John mencontohkan Supriyanto, ABK asal Tegal, yang meninggal di kapal berbendera Taiwan saat berlayar pada 25 Agustus 2015. Hingga kini, seluruh dana asuransi dari perusahaannya bekerja tak kunjung juga dicairkan.

Keluarga Supriyanto baru mendapatkan klaim asuransi dari perusahaan penyalur PT Jangkar Jaya Samudera sebesar Rp 41 juta. Direktur perusahaan juga memberikan santunan sebesar Rp4 juta pada keluarga.
 
John mengatakan melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Luar Negeri, Kepala BNP2TKI, dan Kementerian Ketenagakerjaan. Tapi empat bulan berlalu setelah laporan, keluarga dan FNI belum mendapat respon.
 
“Dalam hal perlindungan kepada TKI yang bekerja di luar negeri dalam hal ini ABK, peran pemerintah sangat buruk dan memprihatinkan,” keluhnya. 


(RRN)