Angka Kriminalitas Turun di Solo tapi Kasus Narkoba Naik

Pythag Kurniati    •    Jumat, 29 Dec 2017 20:36 WIB
kriminal
Angka Kriminalitas Turun di Solo tapi Kasus Narkoba Naik
Ilustrasi narkoba, MTVN - M Rizal

Solo: Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta mencatat, kasus kriminalitas sepanjang tahun 2017 turun bila dibandingkan tahun lalu. Mengacu data, tahun 2017 terdapat 851 kasus kriminalitas di wilayah hukum Polresta Surakarta.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menuturkan, jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2016. "Di tahun 2016 ada sebanyak 1.054 kasus kriminalitas," ungkap Ribut, Jumat, 29 Desember 2017.

Beberapa kasus kriminalitas yang mendominasi di tahun 2017 antara lain penipuan dan pencurian dengan pemberatan (curat). Ribut mengemukakan, jumlah persentase penyelesaian kasus oleh Sat Reskrim tahun ini juga naik dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun 2016 penyelesaian kasus oleh Sat Reskrim 53,03 persen. Tahun 2017 69,80 persen. Naik 16,77 persen," beber dia.

Ribut menyebut, selama kurun waktu 2017, ada sejumlah kasus-kasus menonjol. Seperti kasus penipuan Biro Umrah dan Haji PT. Utsmaniyah Hannien Tour. 

Dengan keseluruhan jumlah jemaah yang menjadi korban sebanyak 1.800 jemaah dan total kerugian sekitar Rp37 miliar. "Kejadian ini juga terjadi di 10 kota di Indonesia," imbuhnya.

Kemudian, kasus menonjol berikutnya yakni penipuan berkedok investasi emas. Total kerugian mencapai Rp112 miliar. Ada juga penipuan online berkedok undian berhadiah dengan total kerugian Rp750 juta.

Berbeda dengan kasus kriminalitas, angka kasus narkoba naik di tahun 2017. Polresta Surakarta mencatat, tahun 2016 terdapat 133 laporan kasus narkoba. "Jumlah tersangka 159 orang," kata Ribut.

Sementara tahun 2017, tercatat ada 158 laporan kasus narkoba. Adapun jumlah tersangka mencapai 179 orang. Artinya, dari segi laporan kasus narkoba naik sebanyak 18,8 persen. Sedangkan dari sisi jumlah tersangka, naik 12,6 persen dari tahun lalu.

Ribut mengemukakan, kenaikan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya penyalahgunaan narkotika yang semakin meluas atau anggota kepolisian yang semakin gencar serta berani mengungkap kasus narkoba.

Selama kurun waktu 2017, Polresta Surakarta juga melakukan operasi premanisme. Hasilnya, Polresta mendapati 1.082 kasus premanisme dengan jumlah tersangka 2.167 orang selama satu tahun.



(RRN)