Puluhan Rumah Terancam Ambruk akibat Longsor di Tegal

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 27 Dec 2017 17:35 WIB
tanah longsor
Puluhan Rumah Terancam Ambruk akibat Longsor di Tegal
Anggota DPRD Kabupaten Tegal cek lokasi bencana di Dukuh Blimbing RT 4 RW 9 Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Tegal: Dukuh Blimbing dan Desa Kajen di wilayah Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diterjang longsor. Bencana itu mengakibatkan puluhan rumah terancam ambruk. Tak hanya itu tempat pemakaman umum (TPU) terancam hilang terbawa longsor.
 
Pantauan di lapangan, tebing Sungai Gung yang berada di sebelah timur dua desa itu mengalami retak sepanjang 500 meter.  Selain itu, tebing yang berada di wilayah Kajen itu bergeser hingga beberapa meter.

"Kejadiannya setelah salat magrib sekitar pukul 18.00 WIB, pada Senin (25 Desember 2017). Tiba-tiba rumah saya berbunyi dan tembok bergerak. Padahal, saat itu tidak ada hujan dan angin," kata Tamid, 68, warga yang rumahnya rusak, Rabu, 27 Desember 2017.
 
Seketika itu, Tamid dan istrinya bergegas keluar rumah untuk meminta bantuan warga. Saat ini ia bersama keluarganya terpaksa mengontrak di rumah tetangga. Padahal, rumahnya baru diperbaiki karena mengalami hal serupa pada awal tahun 2017.

Keluarganya mendapatkan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal sebesar Rp5 juta. Dia pun berharap mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Tegal.
 
"Kami minta untuk direlokasi, karena tanahnya terus bergerak. Kami khawatir saat ditempati tiba-tiba longsor," ujar Tamid sedih.

Kasi Pemerintahan Desa Kajen, Indra Gunawan menuturkan, imbas longsoran tebing Sungai Gung membuat dua rumah rusak. Kedua rumah itu milik Nur Kholik, 50, dan Tamid.

Kondisi tebing Sungai Gung sudah merekah sepanjang sekitar 500 meter. Sedikitnya 20 rumah warga bakal ambruk jika terjadi longsor susulan. Selain rumah, TPU Lebaksiu Lor dan musala yang berada di tebing Sungai Gung juga terancam longsor.
 
"Terpaksa kedua keluarga itu mengungsi karena kondisi tanahnya sangat labil, dinding rumahnya juga sebagian sudah retak," kata Indra.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal M Khuzaeni mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Setelah meninjau ke lokasi bencana, pihaknya meminta agar secepatnya dilakukan relokasi. Hal itu mengingat kondisi tebing rawan longsor susulan.
 
"Ada tanah di sebelah SPBU Kajen yang bisa digunakan untuk tempat relokasi. Tapi, yang ngurus harus Pemkab," kata politisi Partai Golkar yang mewakili masyarakat Kecamatan Lebaksiu ini.
 
Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Tedjo Kisworo yang turun langsung ke lokasi bencana, meminta agar rumah yang rawan longsor untuk sementara dikosongkan. Pihaknya akan mencarikan solusi dengan mengundang Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemprov Jateng, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal, dan dinas terkait lainnya pada Jumat, 29 Desember 2017.
 
"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi bencana ini," tandasnya.
 


(SUR)