Buruh Pekalongan Minta Kenaikan UMK 8,7%

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 31 Oct 2017 17:09 WIB
ump
Buruh Pekalongan Minta Kenaikan UMK  8,7%
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Metrotvnews.com, Pekalongan: Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 Rp1.721.637. Usulan angka tersebut naik 8,7 persen dari upah tahun ini.

Sekretaris DPC SPN Kabupaten Pekalongan, Tabiin menyatakan usulan kenaikan UMK senilai Rp131.000 tersebut belum mencapai kesepakatan. "Dari KSPN masih menghendaki adanya penambahan angka," terangnya saat dihubungi, Selasa, 31 Oktober 2017.

Walaupun ada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2017, tapi KSPN berharap akan ada penambahan nominal. Hal ini untuk mengejar ketertinggalan nilai UMK Kabupaten Pekalongan dari Kota Pekalongan.

"Sesuai hasil riil kebutuhan Kota dengan Kabupaten Pekalongan tak ada bedanya, padahal kebutuhan di Kabupaten Pekalongan jauh lebih tinggi. Untuk itu kami harap, pemerintah menambah untuk tidak ada ketertinggalan jauh," tambahnya.

Ketua DPD KSPN Kabupaten Pekalongan, Turmudi menyatakan, nilai penambahan upah belum ada kesepakatan. Nilai, kenaikan berdasarkan PP, survei pasar, dan keinginan buruh tak segendang.

Berdasarkan survei yang dilakukan di Pasar Kedungwuni, menemukan angka Kebutuhan Hidup Layak sebesar Rp1.962.000. Akan tetapi angka tersebut bukan acuan.

"Angka tersebut berdasarka survei pada 60 item komponen, karena yang paling signifikan adanya kenaikan listrik dan tranportasi. Namun pada awal November kita akan melakukan survei ulang untuk menentukan angka pasti," imbuhnya.


(SUR)