KLB Difteri Dampak Orang Tua Egois

Pythag Kurniati    •    Selasa, 12 Dec 2017 15:00 WIB
klb difteri
<i>KLB Difteri Dampak Orang Tua Egois</i>
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Rita Sari Dewi -- medcom.id/Pythag Kurniati

Karanganyar: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar pernah menangani satu kasus penyakit difteri pada Juni 2017. Beruntung, korban dapat ditangani sebelum kondisinya memburuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar Rita Sari Dewi mengatakan pasien difteri yang masih berusia belasan tahun itu memiliki riwayat imunisasi tidak lengkap. Pasien tersebut diberi Anti-Difteri Serum (ADS) seharga jutaan rupiah hingga sembuh total.

Setelah pasien dinyatakan sembuh, lanjut Rita, pihaknya memberikan obat profilaksis selama satu minggu kepada orang-orang di lingkungan pasien. Saat itu, Dinkes Karanganyar juga melakukan Outbreak Response Immunization (ORI).

"KLB (kejadian luar biasa) difteri saat ini adalah dampak orang tua egois, yang membiarkan anaknya tidak terlindung dari difteri," kata Rita di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa, 12 Desember 2017.

(Baca: 11 Provinsi Telah Laporkan Kejadian Wabah Difteri)

Rita menekankan jangan sampai anak-anak luput dari imunisasi. Vaksin difteri diberikan secara bertahap mulai dari bayi hingga usia sekolah.

"Jangan sampai tidak diimunisasi. Kalau kebal kan pasti tidak akan kena," tuturnya.

Menurut Rita, kasus difteri di Kabupaten Karanganyar pada Juni 2017 menjadi pelajaran berharga. "Sekarang, tidak ada (difteri). Aman-aman saja," imbuhnya.

Meski demikian, Rita mengimbau masyarakat memerhatikan beberapa upaya pencegahan difteri. Pertama, lengkapi status imunisasi anak.

(Baca: 66 Persen Kasus KLB Difteri Tidak Diimunisasi)

Kemudian, masyarakat diminta tidak bepergian ke daerah yang tengah dijangkit wabah difteri. Terakhir, menggalakkan hidup bersih dan mengenali gejala difteri sedetail mungkin.

"Jika ada gejala, segera laporkan pada kami," pungkas Rita.


(NIN)