Bupati Tegal Ngamuk Namanya Dicatut Untuk Perizinan

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 10 Oct 2017 11:05 WIB
Bupati Tegal <i>Ngamuk</i> Namanya Dicatut Untuk Perizinan
Bupati Tegal, Enthus Susmono didampingi Satpol PP Kabupaten Tegal sidak tanah kavling di Jalan Raflesia RT 2 RW 1 Desa Tegalmelati, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Metreotvnews.com, Tegal: Wajah Bupati Tegal Enthus Susmono berubah garang saat mendengar namanya dicatut oleh seorang pengusaha untuk memuluskan perizinan pengurukan di areal tanah kaveling di Desa Tegalwangi, Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Enthus langsung bergegas menuju desa tersebut dengan memboyong puluhan Satpol Pamong Praja.

Dia langsung datang ke Balai Desa Tegalwangi untuk menanyakan data perizinan pendaratan ihwal tanah sawah tersebut. Kepala Desa Tegalwangi, Saeful,mengungkap bahwa perizinan pendaratan tanah tidak melalui desa.

Dengan muka memerah, Enthus langsung mendatangi lokasi proyek. Enthus memerintahkan alat berat yang sedang meratakan tanah uruk setop bekerja. Saat ditanyakan kepada sopir truk dan operator alat berat, keduanya tidak bisa menjawab. Bupati meminta Satpol PP untuk memanggil pengelola tanah kavling tersebut.

Dialog berlangsung antara Bupati dan pengelola tanah kavling, Muhamad. Karyawan dari pemilik tanah tersebut, Mufrodi, tidak bisa memberikan informasi lengkap dan hanya mengatakan izin tengah diurus oleh notaris.

Muhamad menyebut, tanah seluas 4.250 meter persegi itu dibagi menjadi 33 kavling. Hingga kini, sudah ada yang memesan tanah kavling tersebut.

"Saya membawa petugas Bappeda, dan DLH yang menyatakan belum ada izin pendaratan untuk tanah ini," Enthus naik pitam.


Satpol PP Kabupaten Tegal menyegel tanah yang bermasalah. Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi

Pengelola tanah diperintahkan memanggil notaris yang menguruskan izin pendaratan. Notaris yang mengurus perizinan, Tofan, menyatakan bahwa izin pendaratan belum diurus karena transaksi jual beli masih bermasalah.

"Sertifikat tanah ini masih jadi agunan bank, sehingga belum diurus izinnya," terangnya.

Mendengar pernyataan itu, Bupati meminta Satpol PP untuk menyegel tanah tersebut.  Enthus mengaku kecewa dengan pengembang tanah kavling tersebut. Selain tidak berizin, Enthus dikabarkan telah menerima uang dari pengembang itu. "Ada warga yang protes. Bahkan, menuduh saya terima uang dari pengembang. Makanya, kami ke lokasi untuk mengecek kebenarannya," tandas Enthus.

Sementara, Muhamad saat ditanya apakah pemilik tanah telah mencatut nama bupati, pihaknya mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu, saya cuma jaga disini saja," dalihnya.
(SUR)