Klaim Bisa Gandakan Uang, Dua Pria asal Yogya Ditangkap Polisi

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 02 Oct 2017 11:42 WIB
penipuan
Klaim Bisa Gandakan Uang, Dua Pria asal Yogya Ditangkap Polisi
Dua tersangka penipuan penggandaan uang (tengah). (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Polresta Yogyakarta menangkap dua pelaku penipuan dengan modus penggandaan uang. Kedua pelaku ialah, Sujiarto Mateus, 56, warga Kulon Progo dan Yudi Suwandi, 58, warga Kota Yogyakarta, mereka telah melancarkan aksinya satu tahun dan menyebabkan kerugian korban hingga ratusan juta rupiah. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Kompol M. Kasim Akbar Bantilan menjelaskan, Yudi berperan sebagai pencari sasaran yang akan jadi korban. Seseorang yang jadi korban tersebut Sukamtoyo, warga Patangpuluhan, Wirobrajan Kota Yogyakarta. 

"Pelaku menunjukkan ke calon korban bahwa di Kulon Progo ada seorang bernama Mbah Geger (diperankan Sujiarto) yang bisa menggandakan uang," ujar Kasim di Mapolresta Yogyakarta pada Senin, 2 Oktober 2017. 

Setelah korban percaya, Yudi mengajak Sukamtoyo menjalani ritual. Ritual tersebut dilakukan di Goa Sriti Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Ritual dilakukan dengan berbagai sesaji yang harus disediakan korban. 

"Julukan Mbah Geger mereka ciptakan sendiri. Sekali ritual harus membayar Rp10 juta. Pelaku mengaku bisa menggandakan uang dari Rp10 juta menjadi Rp6 miliar," ujarnya. 

Selang beberapa waktu, korban merasa curiga karena janji yang diberikan keduanya tak kunjung teralisasi. Setidaknya, korban bernama Sukamtoyo sudah mengeluarkan Rp135 juta. Kemudian, korban melapor ke Polresta Yogyakarta. 

"Karena tak kunjung ada realisasi uang, korban melapor polisi. Secara nalar sulit diterima janji yang diberikan pelaku kepada korban," kata Kasim. 

Dari laporan itu, polisi melakukan pengejaran. Kedua ditangkap di lokasi berbeda, yakni di Purwokerto dan Kulon Progo pada akhir September 2017. Kasim mengatakan, masih mendalami kasus itu. Menurutnya, ada kemungkinan korban penipuan pelaku tak hanya Sukamtoyo. 

"Pelaku sudah melakukan praktik penipuan sejak 2016. Dan korban sudah ditipu sejak tahun lalu. Uang hasil penipuan sudah digunakan pelaku untuk keperluan pribadi dan membayar utang," kata dia. 

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pelaku penipuan. Barang bukti itu diantaranya emas palsu seberat 1 kg, pewangi, dua buah buku rekening, dan sebuah kartu anjungan tunai mandiri (ATM). 

"Pelaku kami tahan dan dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Ancaman hukumannya lebih dati lima tahun penjara," ujar Kasim. 


(ALB)