Ratusan Umat Muslim di Solo Tolak Klaim Trump

Pythag Kurniati    •    Sabtu, 09 Dec 2017 11:54 WIB
donald trumppalestina israel
Ratusan Umat Muslim di Solo Tolak Klaim Trump
Ratusan umat muslim berunjuk rasa di Bundaran Gladag, Kota Solo, Jateng, Jumat, 8 Desember 2017.

Solo: Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan berencana memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv memantik konflik. Buntutnya, ratusan umat Islam di Kota Solo, Jawa Tengah berunjuk rasa.

Unjuk rasa digelar di kawasan Bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 8 Desember 2017. Mereka terdiri dari beberapa elemen umat muslim seperti Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Nahdlatul Ulama (NU), Pondok Pesantren, LUIS dan lain sebagainya.

Massa aksi berorasi dan membawa sejumlah spanduk berbunyi 'Trump+Israel=Aggressor' dan 'From Solo Indonesia, Free Yerusalem'. Mereka mengecam pernyataan Donald Trump yang menyebabkan kemarahan umat muslim di seluruh dunia.

"Keputusan Donald Trump ini kontraproduktif dengan perundingan damai di Palestina. Ini melanggar resolusi di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," urai panitia aksi Endro Sudarsono, Jumat, 8 Desember 2017.

Massa aksi mendesak Presiden Jokowi terus menggencarkan lobi-lobi di tingkat internasional, termasuk dengan OKI. Tujuannya, agar pemerintah Amerika Serikat mencabut keputusan tersebut.

Mereka mendesak PBB supaya memberikan sanksi berat pada Israel dan Amerika Serikat. Lantaran keduanya melanggar resolusi PBB. Umat muslim Solo juga meminta dunia internasional menggalang solidaritas bagi kemerdekaan Palestina.

"Kami pun meminta presiden secara tegas memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Karena pada dasarnya mendukung kebijakan Trump adalah mendukung penjajahan di Palestina," beber dia.

Selain melakukan aksi, mereka akan mengirimkan surat desakan bagi Presiden Jokowi dan perwakilan negara-negara ASEAN di Indonesia.


(ALB)