Siklon Tropis Dahlia Mulai Memasuki Kawasan Perth Australia

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 02 Dec 2017 03:13 WIB
cuaca ekstrim
Siklon Tropis Dahlia Mulai Memasuki Kawasan Perth Australia
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kedua kanan). Medcom.id-Ahmad Mustaqim

Sleman: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, Siklon Tropis Dahlia berada di sebelah selatan Jawa Tengah atau sekitar 290 kilometer sebelah selatan barat daya Cilacap. Siklon Tropis Dahlia ini mendekat ke Samudera Hindia.

'Kecapatan angin maksimum pusarannya masih sekitar 95 kilometer per jam. Sekaran bergerak ke timur tenggara menjauhi Indonesia,' kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Stasiun Klimatologi BMKG Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat 1 Desember 2017.

Dari hasil observasi, posisi Siklon Tropis Dahlia saat ini berada di kawasan otoritas pemerintah Perth, Australia. Meski menjauh dari Indonesia, Siklon Tropis Dahlia masih berdampak bagi Indonesia.

Dwikorita menuturkan, dampak yang masih terjadi itu yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di kawasan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Selain itu, ada juga angin kencang dengan kecepatan lebih dari 37 kilometer per jam di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat dan selatan. 

'Serta gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Bengulu, di luat Jawa bagian tengah, dan di perairan utara Jawa Tengah juga masih terjadi gelombang 4 hingga 6 meter di perairan Banten hingga Jawa Tengah. Lalu gelombang 6 hingga 7 meter di perairan samudera Hindia bagian selatan Jawa Tegah hingga Jawa Timur' jelasnya. 

Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya bagi warga yang menetap di daerah tersebut. Waspada dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kewaspadaan dari potensi genangan, banjir, dan longsor. Terutama di daerah rawan bencana alam.

'Jika demikian, jangan berlindung di bawah pohon andai angin disertai hujan yang disertai kilat atau petir. Waspada juga terhadap kenaikan gelombang, dan hujan disertai angin kencan. Kami minta masyarakat menunda aktivitas penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda,' pungkas dia.


(MBM)