Ribuan Warga Pekalongan Mengungsi Akibat Banjir

Kuntoro Tayubi    •    Sabtu, 02 Dec 2017 17:12 WIB
banjirlongsor
Ribuan Warga Pekalongan Mengungsi Akibat Banjir
Warga mengungsi karena rumahnya tergenang banjir DI Pekalongan, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Banjir masih menggenangi wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Sebanyak 1.640 warga terdampak masih mengungsi di 5 titik pengungsian.

Sekretaris Camat Pekalongan Utara, Lilik Murdianto mengatakan 5 titik pengungsian itu di antaranya adalah kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Rusunawa, Masjid Al-Huda, Kantor Kelurahan Bandengan dan gedung kecamatan baru.

“Ketinggian air masih sekitar 20 cm sampai 70 cm. Sehingga, masih ada sekitar seribu lebih warga yang mengungsi. Mereka silih berganti pulang pergi, tidak menetap mengungsi karena khawatir dengan rumah yang ditinggal,” ungkapnya, Sabtu, 2 Desember 2017.

Data terakhir yang diperoleh dari Kecamatan Pekalongan Utara, jumlah pengungsi terdiri dari 710 orang di Kantor kecamatan Pekalongan Utara, 250 orang di Aula Kelurahan Bandengan, 450 orang di Rusunawa Slamaran, 200 orang di Masjud Al-Huda, dan 30 orang di Salamanis.

“Warga yang ngungsi di kantor kecamatan sini berasal dari wilayah yang terparah tergenang banjir. Diantaranya adalah Kelurahan Panjang Baru, Kandang Panjang dan Panjang Wetan. Tapi sebagian besar dari Panjang Baru, karena rumah warga masih tergenang banjir ketinggian hingga 60 cm,” tambahnya.

Adapaun wilayah yang masih tergenang banjir diantaranya adalah Kelurahan Bandengan, Krapyak, Padukuhan Kraton, Panjang Wetan sebanyak , Kandang Panjang dan Panjang Baru.

“Dari Pemerintah Kota sudah berikan bantuan. Baik makanan siap saji, peralatan bayi, obat-obatan, selimut dan lainnya. Di kantor kecamatan juga ada dapur umum,” ujarnya.

Salah satu pengungsi, Arini mengaku sudah sejak dua hari ia bersama lima anggota keluarganya mengungsi di kantor kecamatan, karena rumahnya masih digenangi air sekitar 50 cm.

“Masih bertahan disini. karena rumah saya masih digenangi air. Kalau dijalan umum, krtinggian air udah surut, tapi kalau didalam rumah saya masih sekitar 50 cm. Pulangnya nanti nunggu kalau udah surut,” kata Arini.

Selain bantuan berupa makanan dan minuman, para pengungsi berharap adanya bantuan air bersih untuk keperluan MCK.

“Kami berharap ada bantuan air bersih. Karena saat ini mau mandi sama buang air besar agak susah. Kamar mandinya kurang, air bersihnya juga,” pungkasnya.


(ALB)