Siswa SD Terdampak Pembangunan NYIA Belajar di Rumah Warga

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 24 Oct 2017 10:23 WIB
infrastrukturbandara
Siswa SD Terdampak Pembangunan NYIA Belajar di Rumah Warga
Suasana kegiatan belajar mengajar siswa SD N 3 Glagah. Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: Sebanyak 108 siswa SD Negeri 3 Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, harus belajar di rumah warga. Mereka terpaksa "bedol sekolah" karena bangunan tempat mereka mencari ilmu masuk kawasan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Siswa belajar di bangunan Joglo milik warga setempat di Dusun Kepek, Desa Glagah sejak Senin 23 Oktober 2017. Jarak bangunan ini sekitar satu kilometer dari sekolah mereka yang dikosongkan sejak Sabtu 21 Oktober 2017.

"Siswa akan belajar di tempat sementara ini sampai ada bangunan sekolah pengganti," ujar Kepala SD Negeri 3 Glagah, Sri Asyiah di Kulon Progo, Selasa 24 Oktober 2017.

Para siswa tersebut belajar di antara sekat-sekat rak buku dan papan sebagai pembatas kelas. Ruangan kelas pun tak terlalu luas walau cukup untuk menampung siswa. Namun, kegiatan belajar mengajar kurang maksimal karena suara siswa di kelas berbeda bocor hampir di setiap ruangan.

Sri menyampaikan maaf kepada siswa dengan kondisi itu. Ia meminta semua anak didiknya tak patah semangat untuk belajar. Belajar di sekolah sementara tak akan membuat prestasi siswanya menurun.

"Anak-anak sudah terbiasa belajar kelompok. Harapan kita anak-anak tetap menjaga semangat belajar," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulon Progo, Sumarsana, akan terus mendampingi pembelajaran di SD Negeri 3 Glagah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kendala dan kekurangan yang dialami saat berkegiatan di sekolah sementara itu.

Sumarsana mengimbau para pendidik tetap memberikan pelayanan maksimal kepada murid-muridnya. "Kami ingin kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal," ungkapnya.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, tengah mengupayakan pemenuhan pembangunan bangunan sekolah itu. Sekolah menjadi salah satu fasilitas umum warga terdampak pembangunan bandara NYIA, selain infrastruktur dan sarana prasana lain.

"Kita masih mengumpulkan tenaga dan pikiran untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak," kata Hasto pada 21 Oktober 2017.

SD Negeri 3 Glagah merupakan salah satu dari ribuan bangunan terdampak pembangunan bandara NYIA. Ada ribuan warga di lima desa di Kecamatan Temon yang terdampak proyek pembangunan itu. Di sisi lain, proses pembangunan masih dalam tahapan perataan tanah atau land clearing di lokasi yang akan didirikan bandara tersebut.
 


(SUR)