Jateng Selatan Memasuki Puncak Musim Kemarau

Antara    •    Kamis, 09 Aug 2018 10:09 WIB
kemarau dan kekeringanmusim kemarau
Jateng Selatan Memasuki Puncak Musim Kemarau
Warga mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang mengering di Dukuh Sasak, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/7). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho.

Jakarta: Sejumlah wilayah di Pulau Jawa saat ini sedang dilanda kekeringaan. Diperkirakan, saat ini adalah puncak musim kemarau untuk wilayah Jawa Tengah bagian selatan.

"Bulan Agustus ini memang diprakirakan menjadi puncak musim kemarau untuk wilayah Jateng selatan khususnya Kabupaten Cilacap dan Banyumas meskipun berpeluang terjadi hujan," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Cilacap, Teguh Wardoyo di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, 9 Agustus 2018.

Teguh menjelaskan, curah hujan pada Agustus 2018, khususnya di Kabupaten Cilacap, diprakirakan mencapai 50 milimeter meskipun normalnya 80 milimeter.

Kendati berpeluang terjadi hujan, hingga saat ini belum terpantau adanya tanda-tanda akan datangnya musim hujan.

Oleh karena Agustus diprakirakan sebagai puncak musim kemarau, dia mengimbau pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya daerah yang mengalami kekeringan maupun krisis air bersih.

"Selain puncak musim kemarau, bulan Agustus juga diprakirakan menjadi puncak musim angin timuran di laut selatan Jateng dan Yogyakarta sehingga gelombang tinggi masih berpeluang terjadi," jelas Teguh.

Akan tetapi, menurut Teguh, tinggi gelombang yang terjadi pada Agustus diprakirakan tidak setinggi gelombang pada akhir Juli 2018. Saat itu gelombang tinggi yang terjadi pada akhir Juli sempat mengakibatkan sejumlah kerusakan.

"Gelombang tinggi masih berpeluang terjadi pada bulan Agustus karena di belahan bumi selatan masih terdapat pusat tekanan tinggi, sedangkan di belahan bumi utara terdapat beberapa pusat tekanan rendah. Interaksi antara tekanan tinggi dan tekanan rendah berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di laut selatan Jateng-Yogyakarta," pungkas Teguh.


(DEN)