88 Desa di Pati Berpotensi Kekeringan

Rhobi Shani    •    Selasa, 14 Aug 2018 13:22 WIB
kekeringan
88 Desa di Pati Berpotensi Kekeringan
Pengiriman air bersih untuk warga terdampak kemarau olehBPBD Kabupaten Pati.

Pati: Sebanyak 88 desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berpotensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Tahun lalu, tercatat 92 desa yang mengalami kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo menyampaikan, sampai saat ini pengiriman air bersih baru dilakukan ke 40 desa. Warga yang sudah merasakan pasokan air bersih itu sebanyak 39.242 jiwa.

“Kalau dibanding tahun lalu jumlah desa yang berpotensi kekeringan turun. Itu karena ada beberapa desa yang sudah mendapat bantuan sumur,” ujar Sanusi saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 14 Agustus 2018.

Sanusi melanjutkan, 88 desa yang berpotensi kekeringan, sebagian besar merupakan desa-desa langganan krisis air berisih setiap musim kemarau tiba. Namun, ada beberapa desa yang baru mengalami kekeringan di tahun ini. Itu seperti Desa Boto Kecamatan Jaken dan Desa Plumbungan Kecamatan Gabus.

“Dua desa itu tahun kemarin tidak, tapi tahun ini mengajukan pengiriman air bersih dan kemarin sudah kami lakukan,” kata Sanusi. 

Disampaikan Sanusi, warga di Kecamatan Winong dan Gabus yang paling terkena dampak musim kemarau. Sebanyak 16.488 warga di Kecamatan Winong kesulitan mendapatkan air bersih. Sementara di Kecamatan Pucakwangi sebanyak 9.224 warga yang terdampak.

“Di dua kecamatan itu (Winong dan Pucakwangi) pengiriman air bersih sudah kami lakukan sejak minggu ke dua bulan Juli,” ungkap Sanusi.

Sanusi melanjutkan, kekeringan di Kecamatan Winong melanda warga di 10 desa. Sedangkan di Kecamatan Pucakwangi, kekeringan terjadi di sembilan desa. Empat kecamatan lainnya yang juga terkena dampak musim kemarau yaitu, Gabus, Tambakromo, Jakenan, dan Jaken.

“Data hingga akhir pekan kemarin, ada 39.424 warga kusilitan mendapatkan air bersih. Jumlah itu akan terus bertambah, kemarin kami sudah melakukan pengiriman air bersih lagi karena musim kemarau masih akan berlangsung hingga akhir Agustus,” kata Sanusi.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terdampak, Sanusi melanjutkan, pihaknya sudah memasok air bersih sebanyak 40 tangki. Selain dari BPBD, warga juga mendapat pasokan air bersih dari PMI sebanyak 71 tangki.  Hingga akhir pekan kemarin, Polres Pati juga sudah memasok empat tangki air bersih.

“Tahun kemarin total pasokan air bersih 750 tangki,” pungkas Sanusi.   


(ALB)