20 Persen Pekerja Informal Solo Belum Bersertifikat

Pythag Kurniati    •    Selasa, 11 Oct 2016 16:16 WIB
pendidikan nonformal
20 Persen Pekerja Informal Solo Belum Bersertifikat
Pekerja sektor informal. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Solo: Sebanyak 20 persen tenaga kerja sektor informal di Kota Solo, Jawa Tengah, belum memiliki sertifikat kompetensi keahlian. Pernyataan tersebut dikemukakan Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Kota Solo, Tri Budi Susanto. 

“Dari seluruh lembaga kursus yang ada di Solo, baru 83 persen peserta didik lulusannya yang kompeten,” kata dia saat menggelar jumpa pers uji kompetensi massal, di Balai Kota Solo, Selasa (11/10/2016).

Padahal, lanjutnya, kompetensi menjadi hal penting dalam sektor informal. “Saat ini banyak perusahaan yang menjadikan kompetensi itu sebagai persyaratan,” kata dia.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja sektor informal, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Solo menggelar uji kompetensi massal pada 15 Oktober 2016. 

Acara rencananya diselenggarakan di Gelora Bung Karno dan GOR Manahan Solo. Acara ini akan dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

Tri Budi mengungkapkan uji kompetensi massal akan diikuti 1.129 peserta didik kursus di Kota Solo. Sebanyak 14 kompetensi akan diujikan yakni komputer, tata busana, sekretaris, akuntansi, bahasa Inggris, perhotelan, broadcast, refleksi, baby sitter, kecantikan rambut, tata rias pengantin, kecantikan kulit, elektronika, dan senam.

“Ujian akan dibagi menjadi ujian tertulis dan ujian praktik. Selain itu digelar pula pameran kursus,” paparnya.

Biaya uji kompetensi massal ini ditanggung Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Para peserta didik kursus yang dinyatakan lulus uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi.

“Melalui uji kompetensi massal, semoga peserta didik kursus menjadi lebih kompeten. Hal itu penting, terlebih saat ini kita berada di era Masyarakat Ekonomi ASEAN,” kata dia.
(UWA)