Habibie: Ketahanan Budaya Jadi Penangkal Pengaruh Buruk Teknologi Internet

Pythag Kurniati    •    Senin, 10 Oct 2016 16:52 WIB
pendidikan
Habibie: Ketahanan Budaya Jadi Penangkal Pengaruh Buruk Teknologi Internet
BJ. Habibie saat menyampaikan pandangannya dalam konferensi internasional tentang pendidikan Islam di Solo, Jawa Tengah, Senin (10/10/2016). (foto: MTVN/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Ketahanan budaya dianggap menjadi penangkal pengaruh buruk teknologi internet. Hal itu dikemukakan oleh Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ. Habibie saat menghadiri Konferensi Internasional tentang Pedidikan Islam di Kota Solo, Jawa Tengah.

"Kita tahu perkembangan digital saat ini seluruh informasi dari mana saja bisa diakses. Kita tidak bisa menahan itu," ujar Habibie, Senin (10/10/2016).

Konsekuensinya, kata dia, seluruh muatan internet, baik ataupun buruk akan sangat mudah diperoleh. Ancaman pengaruh pornografi hingga radikalisme pun muncul seiring perkembangan era digital.

Satu-satunya cara, lanjut Habibie, adalah memperkuat ketahanan budaya. Habibie menjelaskan dalam sebuah budaya ada nilai-nilai universal. Ia mencontohkan seperti kebutuhan makan tiap manusia yakni sekitar 1.600 kalori atau kebutuhan air sebanyak 2 liter.

"Yang berbeda adalah bagaimana kita memenuhi kalori dan kebutuhan air. Seperti itulah budaya," kata dia.

Dalam menangkal pengaruh buruk teknologi internet, kata Habibie, orang tua memegang peranan penting. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak.

Selain menekankan pentingnya peran orang tua, dalam konferensi tersebut Habibie meminta adanya sinergi tiga elemen yakni agama, budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Konferensi Internasional tentang Pendidikan Islam digelar 10 Oktober 2016 hingga 12 Oktober 2016 di Kota Solo, Jawa Tengah.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dari dalam dan luar negeri seperti Canada, Prancis dan Saudi Arabia. Hasil pembahasan konferensi akan direkomendasikan ke pihak-pihak terkait yang menangani pendidikan.


(MEL)