Penghuni Gumuk Pasir Menolak Hengkang

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 05 Oct 2016 10:03 WIB
penertiban
Penghuni Gumuk Pasir Menolak Hengkang
Warga menunjukkan patok dari Keraton Yogyakarta di zona inti Gumuk Pasir, Bantul, DIY. (Media Indonesia/Furqon)

Metrotvnews.com, Bantul: Warga di kawasan Gumuk Pasir Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap menolak. Padahal, warga telah mendapat surat teguran pertama (SP-I) dari Pemkab Bantul lantaran enggan mengosongkan kawasan gumuk pasir.

"Kemarin saya mendapat SP-I untuk mengosongkan dan memindahkan bangunan di kawasan gumuk pasir," kata seorang warga, Kawit, 56 tahun, kepada Metrotvnews.com, Rabu (5/10/2016).

Baca: Keraton Desak Pemkab Bantul Eksekusi Puluhan Rumah di Gumuk Pasir

Kawit tetap menolak memindahkan bangunan rumahnya yang kini menjadi sanggar belajar. Penolakan, katanya, juga diikuti banyak warga yang menempati kawasan gumuk pasir.

Tak hanya SP-I, warga di kawasan zona inti gumuk pasir seluas 141 hektare itu juga menolak mendaftarkan bangunan ke kelurahan setempat. Pendaftaran dengan batas akhir 1 Oktober lalu, disebut untuk fasilitasi pemulangan warga Bantul di zona gumuk pasir ke tempat tinggal asal.

"Saya belum tahu berapa yang tetap menolak penggusuran. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan warga soal itu," jelas Kawit.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan, surat teguran tersebut sebagai respons dari penolakan warga. Tapi, tidak semua warga yang menempati kawasan gumuk pasir memperoleh surat teguran.

"Surat hanya untuk yang belum membongkar bangunan. Kalau jumlahnya yang belum membongkar memang belum tahu," ujarnya.

Pemkab Bantul akan menyusulkan SP kedua dan ketiga andai warga tak membongkar sendiri bangunannya. "Jangan sampai ada pembongkaran paksa," ucapnya.



Upaya penggusuran Pemkab Bantul terhadap puluhan bangunan di kawasan gumuk pasir bermula dari surat bernomor 120/W&K/VII/2016 dari K.H.P Wahonosartokriyo yang ditandatangani seorang kerabat Kraton Yogyakarta, KGPH Hadiwinoto, tentang Penertiban Zona Gumuk Pasir. Alasannya, di kawasan Gumuk Pasir di Kecamatan Kretek, sebagai kawasan dilindungi.

Surat yang ditujukan kepada Bupati Bantul Suharsono itu kemudian dibalas dengan nomor 523/03700 bertanggal 29 Agustus. Isinya, tentang penertiban kawasan Gumuk Pasir mulai 1 September.

Di kawasan zona inti gumuk pasir, diperkirakan ada 38 bangunan rumah yang terdiri dari 20 KK, 25 kandang, sawah, warung, dan tempat parkir.


(SAN)