Seorang Santri di Tegal Tewas Dikeroyok

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 30 Sep 2016 13:45 WIB
penganiayaan
Seorang Santri di Tegal Tewas Dikeroyok
Jenazah Muhammad Roihanul Ilmi Muadib hendak diautopsi di RSUD dr Soeselo, Slawi, Jawa Tengah (Foto: MTVN/Kuntoro Tayubi)

Meteotvnews.com, Tegal: Seorang santri Pondok Pesantren Darul Khair, Dukuh Babakan, Desa Jatimulya, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tewas mengenaskan. Diduga, santri bernama Muhammad Roihanul Ilmi Muadib, 13, itu tewas usai dikeroyok sejumlah santri lain di Ponpes itu.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal pada Selasa malam 27 September. Anak pertama pasangan Kholidin, 38, dan Baroyah, 36, warga Desa Brekat, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, itu baru saja selesai salat Magrib.

"Setelah salat Magrib, korban kemudian berkelahi dengan santri lainnya. Kabarnya, korban dikeroyok. Saya juga baru tahu setelah salat Isya," kata Pengurus Ponpes Darul Khair Abdul Muksiqth saat ditemui di rumah duka, Jumat (30/9/2016).

Pada saat itu, Abdul mengaku langsung melerainya. Tetapi, pada Rabu pagi, korban dan sejumlah santri lainnya itu kembali berkelahi di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Hingga akhirnya, pada Rabu malam, korban demam tinggi.

Pihak Ponpes pun bergegas membawa korban ke bidan desa setempat. Korban sempat diberi obat penurun panas oleh bidan tersebut. Tapi, kondisi korban semakin kritis. Sehingga pada Kamis pagi korban dibawa ke rumah sakit.

"Kamis sorenya sekitar pukul 06.00, korban meninggal dunia," kata dia.

Ayah korban Kholidin sangat menyayangkan insiden itu. Menurut dia, pengurus ponpes seharusnya segera menghubungi pihak keluarga saat peristiwa itu terjadi. Namun, Kholidin baru mendapat informasi saat anaknya mulai kritis. 

Berdasarkan diagnosa dokter, paru-paru Roihanul sudah pecah akibat pukulan benda keras. Selain itu, ada bekas sundut rokok di tangan kiri korban. Telinga korban juga lebam dan hidungnya mengeluarkan darah tanpa henti. 

"Ini harus diproses secara adil. Supaya tidak terjadi lagi dengan santri-santri lainnya," kata Kholidin.

Tetangga korban Muslih menuturkan, korban yang akrab disapa Raihan itu merupakan anak yang baik. Selain pendiam, korban juga sopan dan rajin beribadah.

"Ketika saya memandikan jenazah korban, saya sempat nangis. Saya enggak tega melihat kondisi tubuh korban. Tubuhnya berwarna biru dan lebam," ujar Muslih yang bekerja sebagai Pengawas SD di UPTD Dikpora Kramat.

Kepala Polsek Lebaksiu AKP Ngakan Putra dan Kepala Polsek Tarub AKP Supriyadi berada di rumah duka. Supriyadi mengatakan, hasil penyelidikan sementara, Raihan meninggal akibat dikeroyok sejumlah santri Ponpes Darul Khair lainnya. Jasad korban diautopsi di 

Korban saat ini sedang diotopsi di RSUD Dr Soeselo, Slawi. Sejumlah saksi dimintai keterangan di Markas Polres Tegal.

"Dugaan sementara, ini korban pengeroyokan. Untuk saksi, jumlahnya sekitar 6 anak. Kini sudah diamankan," kata AKP Supriyadi.


(TTD)