Pantura Semarang-Demak Masih Terendam

Akhmad Safuan    •    Kamis, 29 Sep 2016 15:09 WIB
banjir
Pantura Semarang-Demak Masih Terendam
Banjir di kawasan Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Ant/R Rekotomo)

Metrotvnews.com, Semarang: Banjir melanda Jalur Pantura Semarang-Demak, Jawa Tengah, mulai surut. Namun, masih menyisakan genangan berkisar 10-30 sentimeter yang mengakibatkan antrean kendaraan memanjang hingga dua kilometer. 

Pantauan Media Indonesia di pantura, Kamis 29 September, genangan air terlihat mulai terowongan tol Jalan Kaligawe Raya hingga Pasar Genuk. Kendaran dari barat (Semarang) maupun dari timur (Surabaya) harus berjalan memperlambat laju.

Banjir juga masih merendam perkampungan dan perumahan seperti Telogosari, Genuk Indah, Sawah Besar, Genuk Sari, Kaligawe dan lingkungan industeri kecil (LIK) Terboyo. Aktivitas di situ industri lumpuh.

Sementara, akibat hujan sebelumnya, tanggul Sungai Beringin di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang jebol sepanjang 20 meter. Akibatnya, rumah warga di tujuh RW terendam air dengan ketinggian 50 sentimeter.

Ratusan warga berupaya menambal tanggul jebol dengan karung plastik berisi pasir. Namun, mereka masih khawatir banjir susulan akan kembali menjebol tanggul sungai yang kritis.

"Kami langsung turunkan petugas untuk melakukan penambalan tanggul yang jebol serta menyalurkan bantuan kepada 1.600 keluarga yang rumahnya terendam banjir," kata Camat Tugu, Kota Semarang, Yanuarso.

Warga, kata Yunarso telah dievakuasi ke lokasi aman. Seperti masjid, gedung sekolah dan lokasi lain yang dipandang aman. 

Mengatasi banjir terulang, demikian Yanuarso, memasuki tahun 2017 Sungai Beringin dinormalkan. Dia bilang, bakal ada pembebasan 160 bidang lahan di Kelurahan Mangkang Wetan dan Mangkang Kulon. Saat ini baru terbebaskan 133 bidang yang berada di daerah aliran sungai (DAS).

"Sisanya yang belum terselesaikan akan diselesaikan secara konsinyanyi, sehingga jika pembebasan telah selesai 100 persen maka normalisasi segera dilaksanakan," ujarnya.


(SAN)